Khotbah di Atas Bukit Sukowono Menggairahkan Spirit Dakwah

111
Hikmah Press
Turmuzi/pwmu.co
Ali Maksum berceramah di PCM Sukowono Jember.

PWMU.CO-Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember merupakan kawasan pegunungan dan perbukitan yang lokasinya berbatasan dengan Bondowoso. Jarak dengan Kota Jember sekitar 27 km.  Di wilayah ini sudah ada Pimpinan Cabang Muhammadiyah. ”Tapi kondisinya seperti peribahasa hidup segan mati tak mau,” ujar Sa’i, ketua PCM Sukowono tersenyum kecut.

Satu-satunya Pimpinan Ranting Muhammadiyah yang masih ada denyutnya di Sumberjambe. ”Di Ranting sini punya wakaf masjid tapi tidak dipakai Jumatan sebab minoritas, tidak ada jamaahnya,” ceritanya lagi. Satu lagi aset yang dimiliki adalah Taman Kanak-kanak yang masih jalan.

iklan

Baca Juga: Berguru pada PCM Terbaik Se-Indonesia, Ini Harapan LPCR Jember

Untuk membangkitkan gairah dakwah di wilayah ini, PCM Sukowono mulai bergerak lagi dengan menggelar pengajian Ahad Pagi sebulan sekali. Ahad (18/2/2018) lalu datang penceramah Ir H M Ali Maksum, bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember. Pengajian berlokasi di gedung TK.

Baca Juga:  Muhammadiyah Itu Pelopor Dakwah Kultural Bukan Dakwah Mimbar

Dalam ceramah Ali Maksum memberikan semangat kepada jamaah untuk bergairah dalam berdakwah. Pengajian dihadiri sekitar seratus orang terdiri generasi tua muda Muhammadiyah dan Aisyiyah. ”Kondisi yang dialami Persyarikatan di sini sama dengan keadaan di PCM Tanggul ketika saya masih pemuda ,” ujar Maksum yang juga pernah menjabat ketua PCM Tanggul.

Dia bercerita, dulu bekerja sebagai guru di STM Muhammadiyah dan di SMP Muhammadiyah Tanggul. ”STM tutup karena tidak ada murid,” tuturnya. PCM akhirnya tidak menyerah dengan keadaan bersemangat lagi mengumpulkan jamaah dan infak untuk membangun masjid dan sekolah.

Akhirnya sekolah Muhammadiyah Tanggul sekarang menjadi favorite yang mampu bersaing dengan sekolah lain dalam kualitas pembelajaran. ”Syaratnya istiqomah,” tandasnya. ”Jadi sang surya yang tiada henti menyinari negeri.  Bukan karena musim hujan matahari enggan bersinar, bukan karena Ahad kemudian libur tidak terbit. Dakwah tiada henti, tidak  menyerah meskipun terhalang mendung, terus berjuang tidak peduli apakah berhasil sekarang atau nanti sebab urusan hasil adalah surprise dari Allah swt,” katanya.

Baca Juga:  Ternyata Gelar Haji Itu Asalnya Cap Penjajah kepada Warga yang Patut Diawasi sebagai Radikal

Terpenting, sambungnya lagi, berusaha dan berdoa. Selain itu sering membangun opini melalui dakwah. ”Sekarang  fokus dan secepatnya selesaikan pembangunan masjid dulu supaya pengajiannya tidak sebulan sekali, tetapi  minimal bisa tiap Ahad ditambah Jumatan,” ujar Maksum.

Usai pengajian Ali Maksum  didampingi PCM Sukowono menengok masjid yang bersebelahan dengan gedung TK. ”Alhamdulillah, sekarang pembangunan  selesai 50 persen. Dana mengandalkan infak pengajian dan sumbangan bahan bangunan dari simpatisan atau warga Muhammadiyah sendiri,” papar Ketua PCM Sa’i.

Dia menceritakan, pernah mengajukan pinjaman ke bank syariah tapi ditolak. Karena itu sekarang berusaha mengumpulkan infak dan zakat dari kaum muslimin ternyata mampu selesai separo dari rencana.

Baca Juga:  Muhammadiyah Itu Pelopor Dakwah Kultural Bukan Dakwah Mimbar

Sebelum pulang Ali Maksum minta diberi ukuran kubah yang akan dipasang. Lalu dia hubungi produsen kubah,  H. Ali. Ternyata Sa’i juga kenal dengan H. Ali sehingga pembicaraan lewat telepon menjadi lebih lancar.

Saat berpamitan hendak pulang Ali Maksum berbisik ke panitia pembangunan, ”Besok saya kirim seratus zak semen.” Panitia dan warga Muhammadiyah Sukowono bersyukur. Hari itu Allah telah melancarkan urusan dakwahnya. (Shodiq)