Gerakan 313 Paud Yasmin: Kehebohan dalam Terowongan hingga Perahu Naga

48
Hikmah Press
Para siswa Paud Yasmin tengah asyik melakukan kegiatan rekreasi sambil belajar dalam gerakan 313 (foto: Ummu Aisy/pwmu.co)

PWMU.CO-Langit masih gelap, namun suasana stasiun Jember justru riuh ramai oleh suara anak-anak kecil, Sabtu (31/3/2018). Maklum, di lokasi tersebut tengah digelar kegiatan pembelajaran luar kelas oleh Paud Yasmin. Ini adalah pembelajaran luar kelas yang dijadikan Gerakan 313 sebagai bentuk pembelajaran puncak tema tentang rekreasi dan transportasi.

Gerakan 313 diawali dengan pemberangkatan menggunakan transportasi kereta api dari stasiun Jember pukul 05.15 WIB menuju daerah Rogojampi. Para siswa didampingi guru Paud Yasmin yang berlokasi di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Jember tersebut sengaja diajak berangkat pagi. Hal ini untuk meemotivasi siswa untuk bangun di waktu subuh.

iklan

Tak lama berselang, teriakan keras terdengar saat kereta melewati terowongan. Rupanya siswa kaget lantaran suasana mendadak jadi gelap gulita. Dalam sekejap suara teriakan berubah menjadi sorakan bahagia tatkala sudah melewati terowongan. Setelah mengenalkan kereta api sebagai salah satu jenis transportasi, siswa diajak mengenal angkot.

Para siswa juga asyik berenang dalam kegiatan gerakan 313 (foto: Ummu Aisy/pwmu.co)

Sesampai di kolam renang Pancoran, siswa dengan penuh semangat berenang didampingi guru juga walimurid. Yah, gerakan ini tidak hanya diikuti oleh siswa dan guru tetapi juga keluarga siswa. Oleh karenanya, pembelajaran kali ini, selain mengajak siswa belajar dengan metode baru, juga sebagai ajang rekreasi  bersama bagi walimurid. Bahkan salah satu siswa bernama Anil mengajak orang tua, kakak, kakek, serta neneknya.

“Alhamdulillah, gerakan ini menjadi ajang silaturahim,” kata Guru Paud Yasmin, Ummu Aisy.

Selain berenang, siswa diajak menaiki perahu naga mengelilingi rawa-rawa. Kegiatan naik perahu naga mengelilingi rawa-rawa mengundang keseruan tersendiri hingga tak ayal walimurid pun tidak mau kalah dengan anak-anaknya untuk mencoba perahu naga. (Ummu Aisy)