Wakil Rektor Ini Mengakui jika Antre Makan di Pondok adalah Bagian Pendidikan Karakter

78
Hikmah Press
Abdul Aziz Alimul Hidayat (tengah) dan KH Abdul Muhaimani (keempat dari kanan), berfoto bersama alumni 2017/2018. (Hilman Sueb/PWMU.CO)

PWMU.CO – Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Dr Abdul Aziz Alimul Hidayat menegaskan pendidikan karakter tidak akan terwujud tanpa pembiasaan.

“Nah, sesungguhnya di pesantren inilah basis pendidikan karakter, karena di sinilah banyak pembiasaan yang harus dilakukan para santri, baik itu shalat jamaah, mengaji, antre makan, dan sebagainya,” ujarnya dalam acara Haflah Akhirussanah Ponpes Muhammadiyah Babat Tahun Pelajaran 2017/2018, Ahad, (15/4/18).

iklan

Sebagai alumnus tahun 1993 dari pesantren yang didirikan KH Mukhlis Sulaiman itu, Aziz—panggilannya—merasakan pendidikan karakter seperti itu. Maka dia berpesan kepada para juniornya agar bisa mengambil manfaat yang sama ketika belajar di pesantren.

“Kalian harus selalu patuh kepada para ustadz dan ustadzah dan menerapkan nilai akhlakul karimah di tengah-tengah masyarakat,” pesan dia.

Baca Juga:  Gempitanya Muhadhoroh ala Santri Pesantren Muhammadiyah Babat

Pengalaman antre di pesantren yang berlokasi di Jalan Pramukan No 51 Babat Lamongan itu juga disampaikan Abdul Basith alumnus tahun 1994.

Karena itu, pemilik Rumah Makan Bajak Laut Tuban itu mengingatkan kepada para santri yang kini akan meninggalkan pesantren teresbut. “Di pondok budaya antre itu biasa. Inilah yang akan kita kenang,” ungkapnya.

Abdul Basith memberi motivasi para juniornya. (Hilman Sueb/PWMU.CO)

Tak lupa ia menyampaikan pesan almarhum KH Muchlis Sulaiman yang pernah ia terima saat masih nyantri. “Bukanlah pemuda yang mengatakan inilah ayahku, tetapi pemuda adalah inilah aku,” ujarnya menirukan pesan kiainya itu.

Dua alumnus itu dihadirkan untuk menginspirasi para santri dalam kegiatan yang bertema “Kisah Sukses Alumni Ponpes, Sebuah inspirasi”.

Baca Juga:  Inilah Kisah ‘Nakal’ Para Santri di Balik Kesuksesannya Kini

Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah KH Abdul Muhaimin mengucapkan terima kasih kepada para undangan. “Dan juga pengurus alumni yang telah membantu, bukan hanya material , namun juga pikiran-pikiran yang segar, sehingga pesantren ini semakin meningkat dan maju,” ujarnya.

H. Noor Khozin yang mewakili Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Babat mengingatkan, amal usaha Muhammadiyah, termasuk Rumah Sakit Muhammadiyah Babat , tentu, membutuhkan tenaga kerja. “Maka adik- adik nanti juga bisa menjadi karyawan. Oleh karena itu sekarang tugas adik-adik adalah mengejar cita-cita itu,” tuturnya.

Mewakili pengurus alumni Diyana Mufidati yang didampingi Eny Chamim,  memberikan hadiah kepada santriwati yang berprestasi di bidang akademik. “Ini sebagai bentuk kepedulian, agar kalian terus semangat dalam menimba ilmu, pesan Diyana.

Baca Juga:  Tak Takut Risiko Berjuang, Ternyata Amien Rais dan Din Syamsuddin Praktikkan Ilmu Khouf

Hadir dalam acara ini Ketua Majelis Dikdasmen PCM Babat Suwaji dan anggotanya Basuki. Dari alumni hadir Samuri, Maslahul Falah, Hadi, Asmaul Husna, dan Lilis. (Hilman Sueb)

Para pengasuh ponpes bersama santri yang baru lulus. (Istimewa/PWMU.CO)