Meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun soal yang mengukur kompetensi akademik siswa menjadi fokus pendampingan penyusunan asesmen berbasis Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diikuti 64 guru dari SD Muhammadiyah 1 Driyorejo, SD Muhammadiyah 1 Wringinanom, dan SD Muhammadiyah 1 Menganti.
Melalui praktik menyusun soal dalam tiga level, para guru tidak hanya mendapatkan pemahaman teori, tetapi juga berlatih menghasilkan instrumen asesmen yang dapat dievaluasi dan disempurnakan bersama. Kegiatan bertema “Membuka Akses, Membangun Masa Depan: Merajut Asa Melalui Ilmu” ini berlangsung di aula lantai 3 SD Muhammadiyah 1 Driyorejo, mulai pukul 13.00 WIB.
Kegiatan dipandu oleh Nur Laily Alfisyahro, S.Pd., dengan menghadirkan dua pemateri, yaitu Ria Pusvita Sari, M.Pd., dan Luluk Subaidah, S.Si., S.Pd. Pendampingan dibagi menjadi dua sesi utama, yakni materi numerasi untuk bidang matematika disampaikan Ria Pusvita Sari dan materi literasi oleh Luluk Subaidah.
Penyusunan Soal
Pada sesi numerasi matematika, Ria memberikan pemahaman mengenai penyusunan soal yang mendorong kemampuan berpikir dan pemecahan masalah siswa. Sementara itu, pada sesi literasi, Luluk mengajak peserta memahami pentingnya menyusun soal yang tidak hanya menguji kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi dan menarik kesimpulan.
Tidak berhenti pada pemaparan materi, kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (12/10/2026) dilanjutkan dengan praktik langsung. Para peserta diminta menyusun soal dalam tiga level, yaitu level 1 berupa pilihan ganda tunggal, level 2 MCMA (Multiple Choice Multiple Answer) atau pilihan ganda dengan lebih dari satu jawaban benar, dan level 3 berupa soal kategori.
Setiap sekolah kemudian mengirimkan perwakilannya untuk mempresentasikan hasil penyusunan soal. Salah satu peserta yang mempresentasikan hasil karyanya adalah Alfionita Kusumawardhani, S.Si., S.Pd. Ia mempresentasikan asesmen untuk mapel IPAS pada kelas 3 dengan bacaan mengenai keistimewaan kelelawar. Para pemateri memberikan evaluasi, koreksi, dan penguatan agar soal yang disusun semakin sesuai dengan karakteristik masing – masing level.
Luluk mengapresiasi semangat para guru dalam menyelesaikan tugas praktik. Ia menilai antusiasme peserta menjadi modal penting dalam proses belajar, meskipun hasil pekerjaan masih memerlukan sejumlah perbaikan.
Senada dengan itu, Ria menyampaikan bahwa seluruh guru sedang berproses untuk menguasai penyusunan asesmen berbasis TKA.
“Proses belajar, mencoba, dan memperbaiki menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas soal yang dihasilkan”, ucapnya.
Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah masing – masing. Semangat kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata untuk membuka akses pengetahuan, memperkuat kompetensi pendidik, dan membangun masa depan pendidikan yang lebih baik melalui pembelajaran yang bermakna.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments