Enam Jam Tembus Desa Terisolasi dengan Kapal dan Perahu, Relawan Medis Muhammadiyah bersama TNI AL Periksa Kesehatan 237 Korban Gempa

538
Hikmah Press
Sebelum bersandar. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Tiga relawan medis asal Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM) yang dikirim oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur terlibat operasi pelayanan kesehatan bersama prajurit TNI Angkatan Laut (AL) ke Desa Labean, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang kondisinya masih terisolasi, Rabu (10/10/18).

Ketiga relawan medis RS UMM yang beranggotakan dr Ki Ageng Nico dan dua perawat: Sandy Ewanto dan Imam Fitrianto, berangkat pukul 00.01 menaiki Kapal TNI AL “Birang” menuju desa. Operasi medis ke Desa Labean itu dipimpin oleh Letkol Laut K drg Ketut Triwanto.

iklan

“Kita ke sana naik kapal milik TNI AL karena satu-satunya jalur darat untuk sampai sana terputus ketika gempa dan tsunami. Jadinya jalur tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat,” terang dr Kiageng ketika dihubungi PWMU.CO via WhatsApp, Kamis (11/10/18).

Setelah menempuh perjalan laut sekitar 6 jam, Kapal TNI AL Birang akhinya tiba di tepian laut Desa Labean. Lantaran tidak ada dermaga untuk bersandar, tim pun harus dijemput kapal motor milik nelayan untuk bisa sampai daratan. Setelahnya, relawan kemudian melanjutkan perjalanan menuju desa.

Memeriksa warga. (Istimewa/PWMU.CO)

Begitu tiba di lokasi tujuan, dr Kiageng bersama dua perawat RS UMM langsung memberikan pelayanan kesehatan buat warga. Tercatat ada 237 pasien dilayani oleh relawan medis RS UMM ini dengan rincian 43 pasien anak-anak dan balita, 115 pasien dewasa, serta 66 pasien lansia.

“Penduduk desa yang menjadi pasien kami diketahui menderita penyakit dyspepsia, ISPA dan GEA,” terangnya.

Dokter Kiageng menambahkan, selain memberikan pelayanan kesehatan buat warga, relawan medis RS UMM juga melakukan tindakan amputatum digiti (pemotongan jari) terhadap pasien bernama Zahar (23), yang diketahui tertimpa bangunan saat terjadi gempa. Akibatnya, Zahar mengalami nekrosis (kematian organ).

“Tindakan amputasi jari tangan Zahar dilakukan di Puskesmas Pembantu (Pustu). Sebelumnya, kita berkordinasi dengan pihak Pustu untuk tindakan dan untuk perawatan post-tindakan. Tindakan inu juga telah di-acc korlap medis lapangan Mayor dr Ali Thomas Sp Rad yang diteruskan ke Letkol Laut drg Ketut Sp OT,” tegasnya. (Aan)

Berfoto bersama. (Isrimewa/PWMU.CO)
Bersandar di desa. (Istimewa/PWMU.CO)
Perjalanan menuju darat. (Istimewa/PWMU.CO)
Sebelum amputasi jari. (Istimewa/PWMU.CO)