10 Siswa Smamda ke Aussie, Ada yang Grogi Waktu Berangkat

71
Pasang Iklan Murah
Tanti/pwmu.co
Siswa Smamda ke Australia diantar keluarga dan kepala sekolah di Bandara Juanda.

PWMU.CO – Senyum sumringah terpancar dari wajah sepuluh siswa SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Pucang Surabaya (Smamda) yang berkumpul di Terminal Dua Bandara Juanda, Sabtu (16/2/2019).

Para siswa ditemani Syuhada Ishak Abilio Gomes MPdI, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, bertolak ke Australia mengikuti Student Exchange Program 2019. Sepuluh siswa itu terdiri tujuh putra dan tiga putri.

iklan

Mereka mengunjungi Goulbourn Valley Grammar School (GVGS) di Shepparton, Victoria. Program pertukaran pelajar kelima kali ini berlangsung mulai 16 Februari hingga 24 Februari 2019.

Di balik rona bahagia peserta, ada satu siswa yang grogi. Nadhira Soraya kelas X MIPA 2. Dia mengatakan, hatinya berdebar-debar. ”Saya senang hari ini telah tiba, tetapi mau berangkat ini kok saya deg-degan,” ungkap Nadhira.

Ia mengaku, ini pertama kalinya pergi ke luar negeri. Jauh tanpa orang tua. Dia juga grogi di Negeri Kanguru itu memainkan drama Bawang Merah dan Bawang Putih. Gadis kelahiran 5 November 2002 ini bermain sebagai pemeran utama Bawang Putih.

Orang tua siswa mendukung program pertukaran pelajar ini. Mimik Khomariyah, ibunda Nadhira mengatakan, program ini sangat bermanfaat menguji keberanian siswa berbicara bahasa Inggris juga menambah wawasan, pengetahuan terkait pendidikan dan budaya.

Dia mengakui semula ada perasaaan khawatir melepas anaknya. ”Tapi saya lega setelah dapat informasi Nadhira mendapat host family keluarga muslim,” tutur Mimik. ”Jadi bisa nambah keluarga baru juga,” ujarnya.

Senada disampaikan Pipin Diah Larasati. ”Awalnya saya tidak percaya kalau Rere (Rayzan Rahmananda kelas X MIPA 1) bisa lulus seleksi program pertukaran pelajar ini, karena jumlah pendaftar cukup banyak. Yang diterima hanya tiga orang,” tutur Pipin.

Ia juga mendukung program ini. Berharap putranya banyak praktik bahasa Inggris langsung dengan keluarga barunya. ”Rere juga belajar banyak tentang kebudayaan, sejarah Australia seperti yang ia inginkan,” tuturnya,

Fasilitator program internasional Mas’ad Fachir MMT menerangkan, para siswa ini yang sekarang berangkat ini mengikuti pembelajaran di kelas-kelas partnernya di Goulbourn Valley Grammar School. ”Nanti siswa juga mendapatkan tugas menemukan dua lokasi dari empat lokasi yang ditentukan saat berada di Melbourne. Di lokasi itu siswa harus melaporkan lewat Instagram story dan vlog,” katanya.

Dia juga menambahkan Smamda bakal menerima pertukaran pelajar dari Sekolah Lorne P-12 Australia. Dijadwalkan mereka berkunjung pada 17-21 Juni 2019 mendatang. (Tanti Puspitorini)