Anak Desa Bersekolah Jalan Kaki 30 Km Bisa Jadi Profesor, Apalagi Anak Milenial

147
Pasang Iklan Murah
Isa/pwmu.co
Bambang Setiaji, kiri, bersama Ketua PDM Pacitan Suprayitno Akhmad.

PWMU.CO-Pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)  Pacitan berlangsung, Ahad (17/02/19). Dalam acara itu juga digelar seminar dengan narasumber Rektor Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Prof. Bambang Setiadji.

Seminar mengambil tema, peluang dan tantangan dunia usaha bagi generasi millenial di era industri 4.0. ”Tema ini saya kira sesuai dengan dinamika pelajar sekarang dan yang akan dialami ke depan,” kata Dedi Suryanto, ketua IPM Pacitan.

iklan

Dalam paparannya, Bambang Setiaji, menegaskan pentingnya keseriusan para pelajar untuk menghadapi era industri 4.0 yang hampir semuanya menggunakan teknologi informasi ini.

”Untuk hidup di era industri 4.0 ini,  bekali para pelajar kita dengan menambah waktu pelajaran matematika dan IT,” kata profesor asli Tulakan Pacitan ini.

Untuk itu, sambung dia, sekolah harus berani merombak kurikulum. Matematika dan IT harus menjadi fondasinya. Hal ini dilakukan, karena setiap bidang keilmuan itu sekarang tidak lepas dari angka.

”Sosial,  ekonomi, bahkan budaya sekalipun tidak bisa memisahkan diri dari hitungan angka. Semakin besar dan luas bidang keilmuan itu, semakin rumit hitungan matematikanya,” ujarnya Bambang yang sebelumnya menjadi rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta tiga periode.

Selain itu penguasaan bahasa asing juga sangat diperlukan. Utamanya bahasa Inggris. Karena ini bahasa pergaulan internasional. ”Sekolah dengan basic dua mata pelajaran tadi,  ditambah bahasa Inggris, tidak harus di luar kota. Pacitan bisa melakukan ini,” lanjutnya.

Dia mengenang betapa sulitnya dulu ketika harus sekolah di SMAN Pacitan. ”Saya dulu jalan kaki, sekolah dari Tulakan,  hampir 30 km satu kali jalan,  siapa sangka sekarang bisa jadi professor,” katanya memotivasi.

Ini menjadi agenda penting untuk Angkatan Muda Muhammadiyah Pacitan membekali kader-kadernya, sambungnya,  agar siap menjawab tantangan di masa yang akan datang. (Muh. Isa Ansori)