Anak Panti Sumenep Luncurkan Buku Dibahas di Jakarta

173
Pasang Iklan Murah
Mulyanto/pwmu.co
Peluncuran buku santri Panti Sumenep di Gedung Dakwah Jakarta.

PWMU.CO-Buku Dari Panti Kukejar Matahari: Antologi Hikmah Kehidupan Anak Panti diluncurkan dalam acara bedah buku yang diadakan oleh Majelis Pelayanan Sosial PP Muhammadiyah di Gedung Dakwah Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Buku itu merupakan kumpulan tulisan para santri Panti Asuhan Muhammadiyah (Paymuh) Sumenep. Acara ini dihadiri 70 perwakilan pengurus dan santri Panti Muhammadiyah se-Jabodetabek, salah satu penulis, dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto yang juga anak panti Sumenep.

iklan

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr Abdul Mu’ti MEd pada sambutannya menyatakan, menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif penerbitan buku seperti ini.

”Bahasanya enak dibaca. Buku ini singkat bahasanya mengalir. Sehingga dibaca sambil nunggu boarding pesawat atau menunggu tamu bahasanya sangat enak sangat cair. Ini buku kisah nyata bukan fiktif bukan fiksi. Cerita dari pengalaman pribadi para penulisnya,” ujar Mu’ti.

Dia berharap buku ini bermanfaat secara luas dengan wujud difilmkan mengikuti jejak film Laskar Pelangi yang berkisah perjuangan belajar di sekolah Muhammadiyah diangkat dari novel karya Andrea Hirata.

”Syukur-syukur kalau nanti ada yang berkomunikasi dengan produser film. Saya kira kisah-kisah seperti ini menarik difilmkan sebab inspiratif. Seperti Laskar Pelangi,” jelasnya.

Wakil Ketua MPS Rita Pranawati yang juga Ketua Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan, cerita-cerita di buku ini merupakan wujud dari karakter anak untuk berterima kasih kepada orangtua dan sesama.

”Menghormati orang lain itu terasa ketika empati itu ada. Mudah-mudahan buku semacam ini banyak diproduksi oleh panti-panti yang lain. Sehingga menjadi hasil karya yang luar biasa bagaimana panti Muhammadiyah ikut mewarnai pendidikan pencerahan untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sementara Sunanto berharap terbitnya buku ini dapat mengubah stigma negatif masyarakat awam mengenai status anak panti asuhan.

”Selama ini ada stigma dua hal, yaitu miskin dan bodoh. Saya membuktikan dua hal ini tidak benar. Bagi kami anak panti bukan anak yang tidak mampu. Buktinya adalah kesalehan sosial yang luar biasa. Saya berharap buku ini memberikan pandangan lain mengenai anak panti,” kata pria yang akrab disapa Cak Nanto yang juga alumnus Paymuh Sumenep itu.

Pengasuh Paymuh Sumenep Ahmad Riadi pada kesempatan diskusi buku menyampaikan terima kasih atas apresiasi MPS PP Muhammadiyah yang memberi panggung untuk peluncuran buku itu.

”Saya bangga dan bahagia betul. PP mengapresiasi sangat tinggi. Jangankan peluncuran buku, ke Monas saja bagai mimpi,” kisahnya disambuttepuk tangan audiens. (Mulyanto)