Di Warung Sembilang Pak Kasan, Dahnil: Kita Harus Belajar Toleransi dari Kuliner Nusantara

357
Hikmah Press
Di depan warung Pak Kasan. (Tineke/PWMU.CO)

PWMU.CO – Di sela agendanya yang padat di Kabupaten Gresik, Wakil Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Politik (LHKP) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyempatkan sarapan di warung sembilang Pak Kasan, Mengare, Bungah, Gresik, Ahad (10/3/19).

Setelah mengisi Kuliah Subuh di SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Bang Dahnil, panggilan akrab Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018 itu bergesas menuju warung Pak Kasan yang kesohor itu ditemani Prof Dr Zainuddin Maliki MSi serta segenap Pimpinan Cabang Muhammadiayh (PCM) GKB.

iklan

Menurut Bang Dahnil, rasa ikan sembilangnya enak, maknyus. “Saya jarang mendapat rasa seperti ini. Ada asem, ada pedes. Recomended bagi orang-orang yang datang ke Gresik, bisa mampir ke warung sembilang Pak Kasan di Mengare,” ujarnya.

Warung sembilang Pak Kasan, sambung dia, tempatnya sederhana namun merupakan cerminan kuliner Nusantara yang kaya rasa. Dan setiap daerah berbeda-beda kuliner dan yang lainnya.

“Tapi kita tidak pernah berantem tentang rasa. Kita belajar toleransi dari kuliner,” ujarnya. “Orang Batak bisa makan makanan orang Gresik. Orang Gresik bisa makan makanan orang Sumatera. Ini merupakan toleransi kuliner.”

Dahnil Anar Simanjuntka (ketiga kiri) dan Zainuddin Maliki (kedua kiri). (Tineke/PWMU.CO)

Sementara itu Zainuddin Maliki mengugkapkan, rasa ikan sembilang Cak Kasan istimewa. Cocok di lidah. Kalau sekali datang berpikir untuk kembali lagi menikmatinya. Sembilang Pak Kasan ini adalah sembilang 02,” ucapnya.

“Angka 02 adalah angka yang indah di tahun politik tahun 2019. Angka yang memberi harapan untuk membawa perubahan. Angka yang memberi harapan untuk mengubah Indonesia lebih dihargai, bermartabat, disegani oleh bangsa lain,” ungkap Zainuddin yang kebetulan juga punya nomor urut dua dalam dagtar Calon Anggota DPR RI dari PAN Dapil Gresik-Lamongan. (Tineke)