Seru! Bezuk Guru Sakit Berubah Jadi Diskusi Pemilu

146
Pasang Iklan Murah
Ngobrol Pemilu di sela bezuk. (Humaiyah/pwmu.co)

PWMU.CO-Demam Pemilu masih berlangsung di masyarakat. Termasuk menyerang guru-guru SMP Muhammadiyah 4 Tanggul Jember. Ketika mereka bezuk Wakasek Zainul Hasan SPd yang sakit infeksi ginjal di rumahnya, Jumat (19/4/2019), mereka malah bicara Pemilu.

Topik bahasan mulai kerumitan penghitungan, siapa capres dan caleg yang lolos, dan kecurangan selama pelaksanaan Pemilu dan penghitungannya.

Para guru ini mendapat berbagai tugas Pemilu. Mulai koordinator kecamatan tim pemenangan dan saksi untuk caleg DPD Nadjib Hamid. Ada yang anggota PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan ), KPPS, atau tim sukses caleg.

Topik diskusi ini membuat Zainul Hasan yang sakit menjadi bersemangat nimbrung. Padahal dia habis opname beberapa hari di Rumah Sakit Jatiroto Lumajang.

”Baru saya menyadari bagaimana kegigihan warga Muhammadiyah Kramat Sukoharjo menyuksekan Pak Nadjib. Di semua TPS suara Pak Nadjib banyak. Mereka sangat solid,” kata Suwandi Al Husaini SKomI, kepala sekolah.

”Warga Muhammadiyah Kramat anti politik uang. Mereka tidak akan pernah memilih caleg yang memberi uang,” kata Suwandi yang juga Korcam Nadjib Hamid.

Dia menambahkan perolehan suara Nadjib di Desa Patemon juga banyak. Keberhasilan mendekati tokoh NU menjadi salah satu kuncinya. ”Kiai Ahmad di Patemon mempunyai santri dan banyak jamaah malah ikut duduk di TPS mendorong pemilih mencoblos  DPD 41,” ceritanya.

”Luar biasa saudara kita yang NU. Begitu semangat memperjuangkan Pak Nadjib. Lah kita yang warga atau bahkan dari unsur pimpinan kurang maksimal memperjuangkan kader kita sendiri. Ini harusnya menjadi catatan,” tandasnya.

Satu catatan, sambung dia, keberadaan saksi Nadjib Hamid ikut duduk di TPS sangat memengaruhi perolehan suara. Sebab pemilih apalagi di desa tidak paham dengan DPD. ”Jadi saksi di TPS tinggal berbisik saja, mereka bisa memberikan suara ke Nadjib Hamid,” tuturnya.

Beda lagi cerita Jimy Priyo Assidiqi SE, anggota PPK Tanggul. Kehadirannya bisa menjadi sumber informasi tentang hasil penghitungan suara tingkat kecamatan.

”Kalau dilihat dari perolehan suaranya caleg ini, insya Allah dia lolos di DPRD Jember. Di Desa Manggisan suaranya banyak,” kata Jimy sambil menyebutkan nama seorang caleg di Dapil itu. (Humaiyah)