Prof Zainuddin Maliki Bicara tentang Sulitnya Melawan Praktik Politik Uang

1259
Pasang Iklan Murah
Prof Zainuddin Maliki (kiri) dalam pertemuan dengan tim Jipolmu. (Aan /PWMU.CO)

PWMU.CO – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof Zainuddin Maliki menyatakan yang membuat calon anggota legislatif (caleg) itu bisa menang bukanlah uang, tapi murni ketentuan dari Allah SWT.

Pernyataan itu dia sampaikan dalam pertemuan bersama tim pemenangan Jihad Politik Muhammadiyah (Jipolmu) pascapemilu di Gedung Muhammadiyah Jatim Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, Sabtu (11/5/19).

iklan

Zainuddin berkeyakinan masih ada ceruk untuk menang tanpa harus menggunakan politik uang. Pasalnya, hasil riset beberapa lembaga survei memaparkan ada ceruk sekitar 18 persen di mana masyarakat memilih caleg bukan karena uang.

“Itulah yang membuat kita yakin untuk berikhtiar dalam Jipolmu ini. Soal hasil kita pasrah kepada Allah SWT. Sebab yang menentukan hasil itu adalah Allah SWT,” ujarnya.

Prof Zainuddin dalam kesempatan itu bercerita tentang sulitnya melawan praktik politik uang yang terjadi pada Pemilu, 17 April 2019 lalu.

Zainuddin mengakui, tidak mudah memang melawan praktik politik uang yang telah membudaya di masyarakat. Apalagi, Persyarikatan Muhammadiyah didesain sebagai gerakan dakwah, bukan didesain sebagai gerakan politik.

“Memang tidak mudah menyulap mobil angkutan umum menjadi sebuah mobil balap untuk lomba Formula 1,” jelasnya.

Ia menegaskan, warga Muhammadiyah akan all out kalau ngurusi masjid, sekolah atau lainnya. Tapi kalau untuk urusan politik warga Muhammadiyah belum bisa bersatu dalam bentuk persyarikatan.

“Kita bentuknya masih kerumunan. Nah, tugas kita menjadikan kerumunan ini berubah menjadi persyarikatan,” ujarnya.

Tapi, Zainuddin bersyukur atas partisipasi masyarakat Lamongan-Gresik yang memilihnya, meski tanpa ada embel-embel uang cukup untuk mengantarkannya terpilih menjadi anggota DPR RI Dapil X Lamongan-Gresik melalui PAN.

“Pemilih saya dan Calon DPD RI dengan nomor urut 41 Nadjid Hamid, inyaallah murni bentuk partisipasi dari masyarakat. Kita tidak pakai politik uang. Nah, kalau memilih karena uang itu namanya mobilisasi,” ungkapnya.

Zainuddin berharap, pengalaman berikhtiar dalam menggerakan Jipolmu ini terus diperbaiki lagi untuk merawat masa depan bangsa Indonesia. Utamanya melawan praktik politik uang.

“Kita sudah punya pengalaman dari aktivitas Pemilu 2019 ini. Mudah-mudahan ini jadi awal baik untuk gerakan Jipolu yang lebih masif,” ungkapnya. (Aan)