Ternyata Semua Ibadah Diawali Pengagungan Allah Diakhiri Beramal kepada Manusia

108
Pasang Iklan Murah
Jamaah shalat Id di Stadion Banyuangga. (Hanafi/pwmu.co)

PWMU.CO-Shalat Idul Fitri PCM Mayangan Kota Probolinggo digelar di Stadion Banyuangga, Rabu (5/6/2019).

M Nurul Humaidi MAg, wakil ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Timur menjadi khotib.

iklan

Dia membacakan surat Al Baqarah ayat 185. ”Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangan (puasamu) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah, atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur.”

Dengan ayat ini, kata dia, Allah mengajarkan kepada kita setelah menjalankan ibadah puasa harus membesarkan Allah dan bersyukur kepada-Nya.

“Ayat ini menandakan kita wajib bersyukur karena Allah telah menganugerahkan nikmat-nikmat yang banyak,” paparnya.

Menurut Al Ghazali, sambung dia, syukur yang paling utama adalah syukur amal. Yaitu bersyukur dalam perbuatan.

Lantas dia membacakan sebuah hadits, manusia yang paling dicintai Allah ialah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.

“Amal yang paling utama adalah memasukkan rasa bahagia ke hati orang yang beriman, mengenyangkan yang lapar, melepaskan kesulitan orang lain dan membayarkan utang,” tuturnya.

Dia mencontohkan, Alquran dimulai dengan bismillah diakhiri dengan nama manusia, An Naas. Shalat dimulai dengan takbiratul ihram, penghormatan kepada Allah, dan diakhiri dengan assalamu alaikum, penghormatan kepada manusia,” tandasnya.

Puasa, kata dia, dimulai dengan menahan makan, dan diakhiri dengan memberikan makan kepada orang lain.

“Bukankah semua itu menunjukkan bahwa amal seorang muslim selalu dimulai dengan takbir, dan diakhiri dengan tasyakkur, dimulai dengan membesarkan Allah dan diakhiri dengan mendatangkan manfaat kepada sesama manusia,” tandasnya. (Hanafi)

Nurul Humaidi (Hanafi/pwmu.co)