Tradisi tadarus Al-Qur’an terus dilaksanakan oleh jamaah Masjid Al-Huda Sumberjo yang berada di bawah pembinaan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kepundungan, Kecamatan Srono, Banyuwangi, selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini berlangsung setiap malam setelah shalat Tarawih dan diikuti oleh jamaah secara rutin sebagai bagian dari rangkaian ibadah Ramadan, Sabtu (21/2/2026).
Ketua Takmir Masjid Al-Huda, Abd Ghofar Ismail, menyampaikan bahwa kegiatan tadarus merupakan tradisi yang terus dijaga oleh jamaah sebagai sarana memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan masjid. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan oleh pengurus masjid bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat.
Tadarus Al-Qur’an merupakan kegiatan membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang dilakukan oleh lebih dari satu orang, minimal dua orang. Dalam pelaksanaannya, satu orang membaca Al-Qur’an, sedangkan jamaah lain mendengarkan bacaan tersebut dengan saksama. Selain membaca, jamaah juga saling menyimak bacaan untuk memastikan kesesuaian dengan makharijul huruf dan hukum tajwid.
Abd Ghofar Ismail menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembacaan, tetapi juga menjadi sarana belajar bersama bagi jamaah. Melalui kegiatan ini, jamaah dapat saling memperbaiki bacaan apabila terdapat kesalahan dalam pelafalan maupun penerapan tajwid. Dengan demikian, tadarus sekaligus menjadi sarana meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an jamaah secara bertahap.
Tradisi di Masjid Al-Huda ini tetap berlangsung meskipun hujan mengguyur wilayah Dusun Sumberjo yang berada di Kecamatan Srono. Jamaah tetap hadir dan mengikuti kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh jamaah secara bergiliran membaca dan menyimak bacaan Al-Qur’an.
Sebelum pelaksanaan tadarus, jamaah terlebih dahulu melaksanakan shalat Tarawih berjamaah. Jamaah laki-laki menempati ruang utama masjid, sedangkan jamaah perempuan menempati bagian serambi masjid. Pengaturan tempat tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan selama pelaksanaan ibadah.
Pelaksanaan shalat Tarawih diawali dengan shalat Iftitah dua rakaat satu salam dengan bacaan sir. Setelah itu, dilanjutkan dengan shalat Tarawih empat rakaat satu salam, empat rakaat satu salam, dan ditutup dengan tiga rakaat shalat Witir. Seluruh rangkaian shalat Tarawih diikuti jamaah secara berjamaah sesuai dengan kaifiyat yang telah ditetapkan oleh pengurus masjid.
Setelah shalat Tarawih, jamaah mengikuti kultum Ramadan yang disampaikan oleh pengurus dan jamaah secara bergiliran. Materi kultum menekankan pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kultum tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan keagamaan yang dilaksanakan selama bulan Ramadan.
Abd Ghofar Ismail menambahkan bahwa tadarus tersebut diharapkan dapat membantu jamaah membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid. Kegiatan ini juga menjadi sarana menjaga kesinambungan ibadah Ramadan di Masjid Al-Huda.
Ia berharap melalui rangkaian shalat Tarawih, kultum, dan tadarus Al-Qur’an, seluruh amal peribadatan yang dilaksanakan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah mendapatkan pahala dan rida dari Allah SWT.






0 Tanggapan
Empty Comments