Hari pembagian rapot tengah semester 1 di SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage pada Sabtu (04/10/2025) terasa begitu istimewa.
Tidak hanya menjadi momen bagi siswa dan orang tua untuk mengetahui hasil belajar selama tengah semester 1. Tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang penuh warna dan keceriaan.
Sejak pagi, halaman sekolah sudah ramai oleh stan bazar makanan dan minuman yang terisi oleh orang tua serta siswa. Aneka jajanan dan minuman tradisional hingga makanan kekinian tersaji, menciptakan suasana meriah sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga sekolah.
Tampilkan Kreasi Memasak Siswa
Selain bazar, ekstrakurikuler Cooking Class/ I-Chef ikut menampilkan hasil kreasi memasak siswa, tahu crispy. Aroma masakan yang harum menarik perhatian para pengunjung.
Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis untuk kehidupan sehari-hari.
Fiona Nindita Putri Prasetya dan Kadek Dwi Naufalyn Abdi Rafanda siswa Kelas 4 Hambali sangat senang bisa ikut di kegiatan ini. ”Senang bisa ikut kegiatan ini” jawab Kadek sambil menggoreng tahu crispy.
Tidak kalah menarik, kegiatan membatik juga terhadirkan. Sekolah mendatangkan pembatik lokal desa Wage untuk mengajari anak – anak. Siswa dengan penuh semangat mencoba menorehkan malam pada papan kayu, menghasilkan motif batik sederhana yang penuh makna.
Om Gik, Pembatik lokal desa Wage sangat antusias dan senang mengajari anak-anak. Menurutnya kegiatan membatik harus diajarkan kepada siswa sejak dini.
”Mengajarkan batik kepada anak tidak perlu mengharapkan hasil yang maksimal. Yang penting anak enjoy dan senang dulu” jelasnya.
Menjaga Warisan Leluhur
Lanjutnya, membatik mengajarkan anak untuk bebas berkreasi. Apapun hasil kreasi mereka perlu kita hargai. Mengajar anak membatik berarti mengajari mereka mencintai budaya bangsa sekaligus menjaga warisan leluhur.
Selain itu, dipamerkan juga berbagai hasil kreasi siswa seperti prakarya hingga kerajinan tangan. Pameran ini menjadi ajang unjuk bakat dan kreativitas anak-anak, yang disambut dengan antusias oleh orang tua.
Koordinator kegiatan sekaligus kepala urusan kurikulum, Anis Hidayati, S.Pd mengatakan kegiatan seperti ini sudah menjadi rutinitas dan ciri khas dari sekolah. ”Karya siswa kita pajang untuk memeriahkan kegiatan rapotan” jelasnya.
Selain memajang karya siswa, sekolah juga menghadirkan pembatik lokal untuk memperingati hari Batik. Siswa belajar membatik dengan menggunakan canting, malam, cat dan juga telenan kayu.
Siswa bebas berekspresi membuat design di atas telenan kayu, kemudian melapisi dengan malam dan ada juga mewarnai dengan cat.
Ia berharap kegiatan rutin ini menjadi perayaan kebersamaan dan mengasah kreativitas. Bukan hanya momen untuk menerima hasil belajar, tetapi juga wadah untuk mengembangkan bakat, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mempererat tali silaturahmi antara sekolah, siswa, dan orang tua.





0 Tanggapan
Empty Comments