Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Amalan 10 Hari Terakhir Ramadan untuk Raih Lailatul Qadar

Iklan Landscape Smamda
Amalan 10 Hari Terakhir Ramadan untuk Raih Lailatul Qadar
Amalan 10 Hari Terakhir Ramadan untuk Raih Lailatul Qadar. Foto: Ist/PWMU.CO
Oleh : Romadhona S

10 hari terakhir Ramadan merupakan puncaknya, bahkan menjadi momentum terbakarnya dosa-dosa serta pembebasan dari api neraka (‘itqun mina an-nār), terutama pada malam Lailatul Qadar.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Untuk meraih kesempurnaan ibadah di bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan meneladani amalan Rasulullah SAW, sebagaimana diceritakan oleh Aisyah RA tentang kebiasaan beliau pada 10 hari terakhir Ramadan berikut ini:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الْأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَشَدَّ مِئْزَرَهُ

Artinya: “Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir Ramadan, Rasulullah menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Amalan yang Dianjurkan di Malam Lailatul Qadar

Berikut sejumlah amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW sebagai rujukan umat Islam:

I’tikaf

Pertama, beri’tikaf dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah, memfokuskan ibadah, serta menanti datangnya Lailatul Qadar.

Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan Aisyah RA:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ

Artinya: “Nabi selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat.” (HR. Bukhari).

Tadarus

Kedua, memperbanyak tadarus Al-Qur’an, tidak hanya membaca secara tartil, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya.

Tadarus juga dapat dilakukan melalui kajian untuk memperoleh petunjuk Allah serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Abdullah Ibnu Abbas meriwayatkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ…

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Artinya: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya setiap malam untuk bertadarus Al-Qur’an.” (HR. Bukhari-Muslim).

Bahkan pada Ramadan terakhir, Rasulullah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak dua kali:

فَعَرَضَ النَّبِيُّ ﷺ الْقُرْآنَ عَلَى جِبْرِيلَ فِي السَّنَةِ الَّتِي قُبِضَ فِيهَا مَرَّتَيْنِ

Artinya: “Pada tahun ketika Nabi wafat, beliau memperdengarkan Al-Qur’an kepada Jibril dua kali.” (HR. Bukhari).

Menghidupkan Malam Ramadan

Ketiga, menghidupkan malam-malam Ramadan dengan meningkatkan kualitas qiyamul lail, terutama pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir.

Rasulullah SAW bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: “Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.” (HR. Bukhari).

Perbanyak Sedekah

Keempat, memperbanyak sedekah baik dari segi kualitas maupun kuantitas, sebagaimana teladan Rasulullah SAW yang dikenal sangat dermawan, khususnya di bulan Ramadan.

Riwayat dari Ibnu Abbas kembali menegaskan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ…

Artinya: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan.” (HR. Bukhari-Muslim).

Bersambung…

Revisi Oleh:
  • Satria - 17/03/2026 14:12
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡