Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Takmir Lamongan Belajar Inovasi dari Masjid Ar-Royyan Sidoarjo yang Inspiratif

Iklan Landscape Smamda
Takmir Lamongan Belajar Inovasi dari Masjid Ar-Royyan Sidoarjo yang Inspiratif
ombongan dari Masjid Al-Hidayah Gempolpading Pucuk Lamongan beserta perwakilan dari Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran. Foto: Alvin Awalludin/PWMU.CO
pwmu.co -

Masjid tidak cukup hanya ramai saat waktu salat. Di era sekarang, takmir dituntut lebih berani bergerak, kreatif, dan proaktif menghadirkan program yang mampu menarik semua kalangan, khususnya generasi muda.

Jika tidak, masjid bisa tertinggal dari dinamika zaman. Semangat inilah yang terlihat dalam kegiatan studi tiru yang dilakukan oleh Takmir Masjid Al-Hidayah Gempolpading, Lamongan ke Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, Sidoarjo.

Pada Ahad (12/4/2026), sebanyak 15 peserta yang terdiri dari pengurus PRM Gempolpading dan takmir masjid melakukan kunjungan studi tiru dari Lamongan ke Sidoarjo. Rombongan tiba di Masjid Ar-Royyan pada pukul 12.30 WIB dan langsung mengikuti salat dzuhur berjamaah sebelum memulai kegiatan diskusi.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran takmir Masjid Ar-Royyan, di antaranya Ridwan Manan, S.Pd., M.Pd selaku ketua takmir, Bayu Firdaus sebagai sekretaris sekaligus penggerak tim media dan kreatif, serta Mugiono, M.Pd selaku Ketua PCM Buduran.

Dalam pembukaannya, Amari Abu Faruqi, S.Ag selaku perwakilan Takmir Masjid Al-Hidayah Gempolpading menyampaikan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk bersilaturahim sekaligus belajar langsung. Ia mengungkapkan bahwa Masjid Ar-Royyan sering menjadi perbincangan di daerahnya, meskipun usianya masih sangat muda dan bahkan baru saja memperingati milad ke-1.

“Kami ingin belajar langsung, khususnya terkait manajemen masjid, pengelolaan media sosial, dan manajemen SDM di bidang media,” ujarnya.

Sesi pertama kegiatan dilakukan di ruang utama masjid dengan fokus pembahasan tentang manajemen masjid dan peran masjid terhadap masyarakat. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bagaimana masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat dan kegiatan sosial.

Mugiono selaku Ketua PCM Buduran menyambut hangat rombongan dari Lamongan. Ia menyampaikan apresiasi atas semangat belajar tersebut dan membuka peluang kolaborasi ke depan. “Insya Allah kami siap membantu jika ada hal yang bisa dipelajari bersama,” ungkapnya.

Ridwan Manan dalam paparannya menegaskan bahwa meskipun Masjid Ar-Royyan masih tergolong baru, namun berbagai capaian yang diraih merupakan karunia dari Allah. Ia juga menekankan pentingnya fleksibilitas dalam mengelola masjid.

“Masjid saat ini tidak boleh terlalu kaku. Di era digital seperti sekarang, kita harus bisa memahami karakter anak muda agar mereka betah di masjid,” jelasnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Setelah sesi pertama, kegiatan dilanjutkan ke sesi kedua yang berlangsung di lantai 2 Masjid Ar-Royyan, tepatnya di Cafe Kemadjoean. Dalam suasana santai sambil menikmati hidangan makan siang, pembahasan berlanjut pada topik media sosial masjid.

Diskusi semakin menarik ketika memasuki pembahasan tentang media sosial. Bayu Firdaus sebagai praktisi media sosial kemasjidan memandu sesi ini dengan gaya santai namun berbobot. Ia menjelaskan bagaimana strategi pengelolaan konten, membangun tim kreatif, hingga pentingnya konsistensi dalam publikasi.

Para pemuda dari Masjid Al-Hidayah terlihat sangat antusias. Mereka telah menyiapkan berbagai pertanyaan yang tersimpan rapi di gawai masing-masing. Diskusi pun berlangsung dua arah, penuh tawa namun tetap serius, menandakan tingginya minat terhadap pengembangan media sosial masjid.

Bayu juga menekankan pentingnya peran anak muda dalam memakmurkan masjid. Menurutnya, pengurus masjid harus memberikan ruang dan dukungan penuh agar generasi muda dapat berkembang dan menjadi bagian dari regenerasi kepengurusan.

“Media sosial ini adalah senjata anak muda. Jika diarahkan dengan baik, dampaknya luar biasa untuk kemajuan masjid,” ungkapnya.

Pada sesi akhir, pihak Masjid Al-Hidayah menyampaikan keinginan untuk mempelajari lebih dalam proses produksi konten, mulai dari pra produksi hingga pasca produksi. Mereka juga berharap tim Masjid Ar-Royyan dapat berkunjung balik ke Lamongan untuk berbagi ilmu secara langsung.

Kegiatan studi tiru ini berakhir pada pukul 17.15 WIB, kemudian rombongan kembali ke Lamongan dengan membawa banyak ilmu dan inspirasi baru.

Sudah saatnya takmir masjid tidak hanya menjadi penjaga rutinitas, tetapi juga motor penggerak perubahan. Studi tiru ini menjadi bukti bahwa dengan kemauan belajar dan keberanian berinovasi, masjid bisa menjadi pusat kegiatan yang hidup, relevan, dan dicintai oleh semua kalangan. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 14/04/2026 11:14
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡