Wakil Ketua LPCRPM (Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid) PWM Jawa Timur Fathurrahim Syuhadi, menegaskan bahwa salah satu tanda masjid yang benar-benar makmur adalah banyaknya anak-anak dan remaja yang aktif mengikuti kegiatan ibadah dan aktivitas keagamaan di lingkungan masjid.
Hal ini disampaikan setelah usai menyampaikan khutbah Iduladha di halaman Perguruan Muhammadiyah PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan, Rabu (27/5/2026)
Menurutnya, masjid dalam Islam bukan hanya tempat melaksanakan salat berjamaah, tetapi juga menjadi pusat peradaban umat, tempat tumbuhnya ilmu, akhlak, persaudaraan, dan pembinaan generasi muda Islam.
“Masjid yang makmur bukan hanya dilihat dari bangunannya yang megah atau fasilitasnya yang lengkap. Kemakmuran masjid justru terlihat ketika anak-anak dan remaja aktif hadir untuk salat berjamaah, mengaji, belajar agama, serta mengikuti kegiatan positif di masjid,” ujar penulis buku Cabang Ranting dan Masjid Pilar Penting Muhammadiyah
Ia menjelaskan, kehadiran generasi muda di masjid menjadi pertanda bahwa nilai-nilai Islam masih hidup dan diwariskan dengan baik kepada generasi berikutnya. Sebaliknya, jika masjid hanya dipenuhi jamaah usia lanjut tanpa adanya regenerasi, maka kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama.
Fathurrahim mengutip firman Allah Swt dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 18 “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut selain kepada Allah.”
Menurutnya, ayat tersebut menegaskan bahwa ukuran kemakmuran masjid bukan semata aspek fisik, melainkan bagaimana masjid hidup dengan ibadah dan aktivitas kebaikan yang dilakukan jamaahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Rasulullah Saw memberikan perhatian besar kepada generasi muda yang dekat dengan masjid. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa salah satu golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat adalah pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Swt.
“Hadis ini menunjukkan betapa mulianya pemuda yang terbiasa hidup dekat dengan masjid sejak usia muda. Mereka akan lebih mudah menjaga akhlak, menjauhi pergaulan negatif, dan memiliki kepedulian terhadap umat,” ujar Wakil Ketua PDM Lamongan ini
Selain itu, ia juga mengutip hadis Rasulullah Saw riwayat Tirmidzi “Apabila kalian melihat seseorang terbiasa pergi ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia beriman.”
Karena itu, pria yang tinggal di Babat Lamongan ini mengajak masyarakat dan para pengurus masjid untuk menyambut keberadaan anak-anak dan remaja dengan rasa syukur, bukan justru memarahi atau menganggap mereka mengganggu ketenangan masjid.
“Anak-anak yang belajar mengaji, berlatih adzan, mengikuti kajian, atau sekadar bermain di sekitar masjid sesungguhnya sedang belajar mencintai rumah Allah. Mereka adalah calon penerus umat,” tutur Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur ini
Ia menambahkan, masjid yang makmur biasanya memiliki aktivitas yang hidup setiap hari, mulai dari TPA, kajian remaja, pelatihan ibadah, diskusi keislaman, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Suasana seperti itu akan membuat masjid menjadi tempat yang ramah dan menyenangkan bagi generasi muda.
Sebaliknya, masjid yang sepi dari anak-anak dan remaja berpotensi kehilangan regenerasi dakwah. Ketika generasi muda merasa jauh dari masjid, mereka akan mencari lingkungan lain yang belum tentu membawa kebaikan.
Menurut Fathurrahim, memberikan ruang bagi generasi muda di masjid bukan berarti mengurangi kehormatan masjid, tetapi justru menjaga keberlangsungan dakwah Islam di masa depan. Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah Saw sangat lembut kepada anak-anak, bahkan pernah memperpanjang sujud ketika cucunya naik ke punggung beliau saat salat.
“Kalau anak-anak dan remaja sudah mencintai masjid, maka masa depan umat akan lebih terjaga. Dari masjid akan lahir generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments