Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SLhT Sekolah Kreatif Jadi Penggerak Pawai Kemerdekaan dari Balik Layar

Iklan Landscape Smamda
SLhT Sekolah Kreatif Jadi Penggerak Pawai Kemerdekaan dari Balik Layar
Suasana persiapan pawai peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Jumat (14/8/2026). Foto: Ahmad Mahmudi/PWMU.CO
pwmu.co -

Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Jumat (14/8/2026), tidak hanya menghadirkan kemeriahan pawai. Di balik pelaksanaan kegiatan, siswa yang tergabung dalam Student Lighthouse Team (SLhT) atau IPM Kids mengambil peran sebagai panitia.

Sejak pukul 06.30 WIB, siswa mulai berdatangan ke sekolah dengan mengenakan beragam kostum, mulai dari pakaian pejuang hingga berbagai profesi. Di halaman sekolah, aktivitas panitia siswa juga mulai terlihat. Mereka menyiapkan gunungan polo pendem sebagai bagian dari kegiatan berbagi kepada masyarakat sekitar.

Sofwan Hidayat, M.Pd., mengatakan keterlibatan SLhT sejak tahap persiapan sengaja diberikan untuk memberikan pengalaman kepemimpinan secara langsung kepada siswa.

“Anak-anak tidak hanya kita tempatkan sebagai peserta. Mereka kita beri kesempatan menjadi bagian dari panitia, sehingga sejak awal harus memahami tugas dan tanggung jawabnya,” ujar Sofwan.

Menurutnya, tugas panitia siswa dimulai dari menerima polo pendem, mengemasnya, hingga mempersiapkannya untuk dibagikan kepada masyarakat.

“Mereka berbagi tugas. Ada yang menerima polo pendem, ada yang melakukan packing ke dalam kantong ramah lingkungan, dan ada yang menyiapkan untuk dibagikan. Dari sini anak-anak belajar bekerja dalam tim,” jelasnya.

Setelah persiapan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pawai yang dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB. Para siswa bergerak membawa polo pendem untuk dibagikan kepada masyarakat di sekitar sekolah.

Bagi Sofwan, rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perayaan kemerdekaan.

“Polo pendem ini juga menjadi media edukasi. Anak-anak mengenal kembali makanan tradisional yang menyehatkan di tengah semakin banyaknya makanan cepat saji,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi juga mengajarkan siswa bahwa kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Anak-anak belajar bahwa mereka bisa memberikan sesuatu kepada orang lain. Jadi, kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan seremonial, tetapi juga dengan berbagi,” tambah Sofwan.

SLhT Belajar Mengelola Kegiatan

Wakil Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ida Afifah, S.Pd., melihat peran SLhT sebagai panitia dari perspektif pendidikan karakter. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bentuk pembelajaran yang sulit diperoleh hanya melalui teori.

“Laboratorium pendidikan karakter itu ada dalam kegiatan nyata. Anak-anak belajar bagaimana mengatur kegiatan, bekerja sama, berkomunikasi, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya,” ungkap Ida.

Ia mengatakan, keberadaan SLhT atau IPM Kids memang diarahkan untuk memberikan ruang kepada siswa agar mendapatkan pengalaman kepemimpinan.

“Ketika mereka menjadi panitia, mereka tidak hanya mengikuti instruksi. Mereka belajar mengambil peran dan menyelesaikan tanggung jawab yang sudah diberikan,” tuturnya.

Peran tersebut juga berkaitan dengan tema kegiatan, yakni “Pemimpin Merdeka.”

“Pemimpin merdeka bukan berarti bebas tanpa batas. Pemimpin merdeka adalah anak yang mampu menentukan pilihan, berani mengambil peran, tetapi tetap bertanggung jawab,” kata Ida.

Menurutnya, siswa juga belajar bahwa kepemimpinan tidak selalu identik dengan tampil di depan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Justru banyak pekerjaan penting yang dilakukan dari balik layar. Anak-anak yang mengatur, menyiapkan, mengemas, dan memastikan kegiatan berjalan itu juga sedang belajar menjadi pemimpin,” ujarnya.

Konsep tersebut sejalan dengan pendekatan kepemimpinan yang dikembangkan Sekolah Kreatif. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung dan kegiatan aplikatif.

Pengalaman kepemimpinan siswa sebelumnya juga diterapkan melalui IPM Kids yang dikembangkan sebagai Student Lighthouse Team (SLhT) dan dikaitkan dengan pendekatan Leader in Me.

Pawai Hadirkan Maskot Kuda hingga Tokoh Pendiri Bangsa

Humas SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Agus Mulyadi, M.Pd., menjelaskan bahwa setelah persiapan di sekolah, pawai menjadi bagian utama kegiatan.

“Pawai akan dilaksanakan pukul 08.00 WIB. Anak-anak akan membawa polo pendem dan membagikannya kepada masyarakat sekitar,” ujar Agus.

Pawai juga dirancang dengan sejumlah unsur visual untuk menambah kemeriahan. Salah satunya adalah maskot kuda yang diperkirakan menarik perhatian siswa dan masyarakat.

“Yang menarik nanti ada maskot kuda. Selain itu, ada beberapa cosplay tokoh pendiri bangsa. Jadi suasananya bukan hanya pawai biasa, tetapi juga ada unsur sejarah dan kreativitas anak-anak,” jelasnya.

Menurut Agus, berbagai kostum yang dikenakan siswa juga menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan dalam perayaan kemerdekaan.

“Anak-anak bisa mengenal profesi dan tokoh perjuangan melalui apa yang mereka kenakan. Mereka tidak hanya melihat sejarah dari buku, tetapi mencoba menghadirkannya dalam kegiatan,” katanya.

Setelah seluruh rangkaian pawai dan kegiatan berbagi selesai, acara dilanjutkan dengan undian berhadiah.

“Di akhir acara nanti ada undian berhadiah. Ini menjadi kejutan sekaligus penutup kegiatan agar anak-anak semakin menikmati rangkaian perayaan kemerdekaan,” ungkap Agus.

Ia menegaskan, hadiah bukan menjadi tujuan utama kegiatan, melainkan bagian dari suasana kebersamaan.

“Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman yang lengkap. Ada proses menjadi panitia, pawai, berbagi polo pendem kepada masyarakat, kemudian ditutup dengan undian berhadiah. Jadi mereka mendapatkan pengalaman belajar sekaligus kegembiraan,” katanya.

Rangkaian kegiatan tersebut menempatkan SLhT bukan sekadar sebagai kelompok siswa yang tampil dalam acara sekolah. Mereka justru berada di balik persiapan dan pelaksanaan kegiatan.

“Harapannya, anak-anak memahami bahwa menjadi pemimpin itu bukan hanya soal berada di depan. Kadang pemimpin harus bekerja di belakang layar, memastikan semuanya berjalan, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” pungkas Agus (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 14/08/2026 09:45
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu