Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SD Muhammadiyah 18 Surabaya Pelajari Praktik Baik ICP, Tahfidz, dan SPMB

Iklan Landscape Smamda
SD Muhammadiyah 18 Surabaya Pelajari Praktik Baik ICP, Tahfidz, dan SPMB
Suasana studi banding SD Muhammadiyah 18 Surabaya ke SD Muhida dan SD Mica Sidoarjo. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Dalam upaya memperkuat mutu pendidikan dan menghadirkan inovasi sekolah berkemajuan, SD Muhammadiyah 18 Surabaya melaksanakan studi banding ke SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo dan SD Muhammadiyah 1 Candi, Kamis (13/8/2026).

Rombongan berangkat dari SD Muhammadiyah 18 Surabaya sekitar pukul 08.30 WIB. Sebanyak 14 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas unsur manajemen sekolah serta koordinator program International Class Program (ICP) dan Tahfidz.

Studi banding ini menjadi bagian dari ikhtiar SD Muhammadiyah 18 Surabaya untuk belajar secara langsung dari praktik baik sekolah Muhammadiyah yang telah berkembang dan menghadirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan pendidikan.

Belajar Praktik Baik di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo

Tujuan pertama rombongan adalah SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Setibanya di lokasi, rombongan mendapat sambutan hangat dari jajaran guru dan karyawan.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan berbagi praktik baik di Ruang Meeting Adam Malik. Kepala SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, Moh. Saifullah Rochim, S.E., M.Pd., memaparkan berbagai program dan strategi pengembangan sekolah yang telah dijalankan.

Diskusi berlangsung interaktif. Rombongan SD Muhammadiyah 18 Surabaya menggali informasi mengenai pengembangan International Class Program (ICP), Tahfidz, pengelolaan program sekolah, inovasi pembelajaran, serta strategi membangun layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Tidak berhenti pada sesi diskusi, rombongan juga diajak berkeliling lingkungan sekolah untuk melihat secara langsung fasilitas, inovasi, dan tata kelola lingkungan belajar yang diterapkan di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo.

Sebagai salah satu outstanding school dan sekolah yang menjadi pilihan masyarakat di Sidoarjo, SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo menjadi salah satu rujukan praktik baik yang memberikan inspirasi bagi pengembangan SD Muhammadiyah 18 Surabaya.

Gali Strategi SPMB dan Teknologi di SD Muhammadiyah 1 Candi

Setelah menyelesaikan kunjungan di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, rombongan melanjutkan perjalanan menuju SD Muhammadiyah 1 Candi.

Sekolah yang berusia sekitar delapan tahun tersebut menunjukkan perkembangan pesat. Saat ini, SD Muhammadiyah 1 Candi memiliki sekitar 700 siswa.

Salah satu fokus utama kunjungan adalah menggali praktik baik dalam Strategi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Rombongan mendapatkan wawasan mengenai teknik, strategi, dan pendekatan yang dilakukan sekolah dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memperoleh peserta didik baru.

Perkembangan jumlah siswa yang cukup pesat menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipelajari. Strategi komunikasi, pelayanan, promosi, hingga pengelolaan proses penerimaan murid menjadi bahan diskusi yang memberikan inspirasi bagi SD Muhammadiyah 18 Surabaya.

Selain SPMB, rombongan juga mempelajari pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, pengelolaan lingkungan sekolah, serta penataan ruang yang menjadi salah satu keunggulan SD Muhammadiyah 1 Candi.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Candi, Mohammad Rizqi Hidayat, M.Pd., Gr., CHRM, bersama jajaran guru dan karyawan menyambut rombongan dengan baik. Diskusi yang berlangsung terbuka dan penuh semangat membuat kegiatan berbagi pengalaman terasa hangat dan produktif.

“Bagi kami, sekolah berkemajuan bukan hanya tentang seberapa besar sekolah berkembang, tetapi tentang seberapa kuat budaya belajar dan budaya berbagi yang dibangun di dalamnya. Ketika sekolah Muhammadiyah saling berkunjung, berbagi pengalaman, dan membuka praktik baiknya, sesungguhnya kita sedang membangun ekosistem pendidikan yang saling menguatkan,” ujar Mohammad Rizqi Hidayat.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia menegaskan bahwa setiap sekolah memiliki karakter dan tantangan berbeda. Karena itu, praktik baik yang dibagikan tidak harus diterapkan secara persis.

“Tidak semua praktik harus diterapkan dengan cara yang sama. Yang terpenting adalah mengambil nilai, strategi, dan semangatnya, kemudian mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan sekolah. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antarsekolah Muhammadiyah,” tambahnya.

Dari Studi Banding Menjadi Inspirasi Perubahan

Bagi SD Muhammadiyah 18 Surabaya, studi banding tersebut bukan sekadar kunjungan antarsekolah. Kegiatan ini menjadi ruang untuk belajar, berbagi, berkolaborasi, dan menemukan inspirasi baru yang dapat diterapkan sesuai dengan karakter serta kebutuhan sekolah.

Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Ach. Barizi, M.Pd., menyampaikan bahwa studi banding merupakan bagian dari budaya belajar yang perlu terus dibangun dalam pengembangan sekolah.

“Studi banding ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk terus belajar dan melakukan refleksi. Kami tidak datang untuk sekadar melihat program sekolah lain, tetapi untuk menggali praktik baik yang kemudian dapat kami adaptasi sesuai dengan kebutuhan dan karakter SD Muhammadiyah 18 Surabaya,” tuturnya.

Menurutnya, pendidikan berkemajuan membutuhkan keterbukaan untuk belajar, keberanian berinovasi, serta kemauan untuk berkolaborasi.

“Semangat pendidikan berkemajuan adalah terus belajar, berkolaborasi, berinovasi, dan menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik bagi peserta didik,” lanjut Ach. Barizi.

Ia menambahkan, berbagai praktik baik yang diperoleh, terutama dalam pengembangan ICP, Tahfidz, SPMB, pemanfaatan teknologi, tata kelola, dan lingkungan sekolah, akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program di SD Muhammadiyah 18 Surabaya.

“Kami berharap kunjungan ini tidak berhenti sebagai kegiatan hari ini. Ada pengetahuan yang kami bawa pulang, ada inspirasi yang kami refleksikan, dan ada inovasi yang nantinya bisa kami kembangkan. Prinsipnya, kami belajar dari sekolah lain tanpa kehilangan identitas dan karakter sekolah kami sendiri,” ungkapnya.

Berbagai wawasan dari kedua sekolah tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi dalam pengembangan program ICP, Tahfidz, inovasi SPMB, pemanfaatan teknologi, tata ruang, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan di SD Muhammadiyah 18 Surabaya.

Studi banding ini menjadi bagian dari komitmen SD Muhammadiyah 18 Surabaya untuk terus bergerak menuju sekolah yang unggul, inovatif, dan berkemajuan.

Sebab, sekolah berkemajuan bukanlah sekolah yang merasa telah selesai belajar. Sebaliknya, sekolah berkemajuan adalah sekolah yang terus membuka diri, belajar dari praktik baik, berani berinovasi, dan bergerak bersama untuk memberikan pendidikan terbaik bagi generasi masa depan. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 14/08/2026 10:05
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu