
PWMU.CO – Suasana mendadak riuh di SD Muhammadiyah 4 Kota Malang (SD Mupat) pagi ini (27/4/2025) saat sirene berbunyi panjang. Bukan bencana sungguhan, melainkan simulasi gempa bumi dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.
Simulasi ini melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari peserta didik, guru, staf, hingga para orang tua yang hadir. Pada pukul 10.00 WIB, alarm tanda gempa berbunyi dan seluruh warga sekolah langsung menerapkan prosedur penyelamatan diri yang telah dilatihkan sebelumnya: “Drop, Cover, and Hold On” yaitu, menjatuhkan diri, berlindung di bawah meja, dan berpegangan erat hingga guncangan berhenti kemudian segera menuju titik kumpul di lapangan dengan tertib setelah gempa selesai.
Kepala SD Mupat, Hana Ayudah MPd, menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk membangun kesadaran dan kesiapan semua warga sekolah dalam menghadapi bencana.
“Melatih diri sejak dini akan menumbuhkan kesiapsiagaan dan ketangguhan, sehingga ketika bencana sungguhan terjadi, semua tahu harus berbuat apa,” ujarnya.
Simulasi ini juga menghadirkan petugas dari Tim Vertical Rescue Indonesia Regional Malang yang memberikan arahan teknis, termasuk simulasi evakuasi korban dan penanganan pertama bagi yang mengalami cedera. Selain itu, dibantu oleh anak-anak yang tergabung dalam tim SPAB (Sekolah Pendidikan Aman Bencana) SD Mupat dalam pengevakuasian korban serta dukungan dari Ambulance kampung Qur’an Sudimoro.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini harapannya menjadikan anak-anak lebih siap menghadapi bencana yang kapan saja bisa terjadi dan bisa diterapkan pula dalam kehidupan bermasyarakat”, ujar M Amin Taufiqurrahman selaku Koordinator SPAB SD Mupat.
Tak hanya siswa, orang tua peserta didik juga aktif dalam kegiatan ini. Mereka belajar bagaimana mendukung evakuasi anak-anak dengan cepat dan aman. Keterlibatan orang tua ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam pendidikan kebencanaan.
Penuh semangat, para siswa tampak antusias mengikuti simulasi, membawa papan nama kelas masing-masing menuju titik kumpul. Suasana ini menegaskan komitmen SD Mupat dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, SD Mupat berharap seluruh warganya lebih siap, lebih waspada, dan lebih sigap dalam menghadapi bencana, kapan pun dan di mana pun. (*)
Penulis Ahmad Afwan Yazid Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments