Sebuah kampus bisa meninggalkan kesan jauh sebelum seseorang resmi menjadi mahasiswa. Itulah yang dialami Aisyah Ummi Kalsum. Sejak duduk di bangku SMP, siswi SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta ini sudah beberapa kali berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Kini, kampus yang dulu dikunjunginya untuk mengikuti berbagai kegiatan itu mulai ia persiapkan sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi.
Keinginan itu bukan muncul tiba-tiba saat pendaftaran mahasiswa baru dibuka. Ada pengalaman yang tumbuh sedikit demi sedikit. Ada kesan yang menetap. Hingga akhirnya, UMY masuk dalam rencana masa depannya.
Aisyah menjadi salah satu calon mahasiswa yang hadir dalam pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) UMY Tahun Akademik 2027/2028, Sabtu (10/10/2026). Kehadirannya menjadi bagian dari antusiasme awal pendaftaran yang telah mencapai 1.030 pendaftar.
“Karena tertarik. Dari SMP saya sering ke sini kalau ada acara. Jadi, saya tertarik dengan kampus ini karena UMY memiliki banyak keunggulan yang setara dengan kampus negeri, bahkan melebihinya,” ujar Aisyah setelah seremonial Kick Off Penmaru UMY 2027.
Ketertarikan itu juga mendapat dukungan orang tuanya. Bagi Aisyah, dukungan tersebut menjadi dorongan tersendiri untuk memantapkan pilihan setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMA.
Bagi sebagian calon mahasiswa, mengenal perguruan tinggi bermula dari brosur, media sosial, atau informasi dari orang lain. Aisyah memiliki pengalaman berbeda. Ia sudah beberapa kali datang langsung ke lingkungan UMY sejak masih SMP.
Kunjungan-kunjungan itu memberinya kesempatan mengenal kampus lebih dekat. UMY bukan sekadar nama perguruan tinggi yang ia temukan ketika mulai memikirkan kuliah. Ada pengalaman pribadi yang membuatnya tertarik untuk kembali, kali ini dengan tujuan yang berbeda: menjadi mahasiswa.
Kesan positif itu semakin kuat melalui informasi yang ia peroleh, termasuk cerita dari kakak kelas yang telah lebih dahulu menempuh pendidikan di UMY.
“Bagus dan menarik. UMY memiliki fasilitas, reputasi, dan lingkungan akademik yang luar biasa. Selain itu, saya juga mendengar cerita dari kakak kelas yang sudah kuliah di sini bahwa UMY sangat memperhatikan para mahasiswanya,” katanya.
Pengalaman langsung dan cerita orang-orang terdekat menjadi dua hal yang ikut membentuk pandangannya terhadap UMY. Kampus itu tidak hanya menawarkan tempat untuk belajar, tetapi juga lingkungan akademik yang menurutnya menarik untuk menjadi bagian dari perjalanan pendidikannya.
Menyiapkan Diri, Memperbaiki Nilai
Meski sudah memiliki ketertarikan, Aisyah memahami bahwa keinginan kuliah tidak cukup hanya bermodal keyakinan. Ada persiapan yang harus dilakukan, terutama dalam bidang akademik.
Langkah yang kini ia prioritaskan adalah memperbaiki nilai selama menempuh pendidikan di SMA. Ia juga berusaha belajar lebih tekun agar peluang melanjutkan pendidikan di UMY semakin terbuka.
“Menaikkan nilai, pastinya. Selain itu, saya juga senantiasa belajar dengan tekun agar dapat diterima di UMY,” ungkapnya.
Jawaban itu menunjukkan bahwa impian kuliah bukan hanya perkara menentukan kampus tujuan. Ada usaha yang harus menyertainya. Nilai akademik perlu diperbaiki, kebiasaan belajar perlu dijaga, dan persiapan harus dilakukan sejak sekarang.
Aisyah masih berada dalam proses menuju perguruan tinggi. Namun, ia sudah memiliki gambaran tentang kampus yang ingin dituju dan langkah yang perlu ditempuh untuk mewujudkannya.
Impian yang Tumbuh Sebelum Pendaftaran Dibuka
Pada awal pembukaan Penmaru UMY Tahun Akademik 2027/2028, tercatat 1.030 pendaftar. Angka tersebut menunjukkan antusiasme pada momentum awal penerimaan mahasiswa baru. Di balik angka itu, terdapat calon mahasiswa dengan cerita, pertimbangan, dan harapan masing-masing.
Aisyah adalah salah satunya. Ketertarikannya terhadap UMY tumbuh jauh sebelum ia menjadi bagian dari ribuan pendaftar. Pengalaman sejak SMP memberinya alasan untuk kembali mempertimbangkan kampus tersebut ketika tiba waktunya merencanakan pendidikan tinggi.
Kisahnya juga memperlihatkan arti penting pengenalan kampus sejak usia sekolah. Sebuah kunjungan yang awalnya dilakukan untuk mengikuti kegiatan bisa meninggalkan kesan yang bertahan bertahun-tahun. Ketika pilihan kuliah mulai dipikirkan, kesan itu dapat menjadi salah satu pertimbangan.
Bagi Aisyah, perjalanan tersebut belum sampai di garis akhir. Ia masih harus menyelesaikan pendidikan SMA dan mempersiapkan diri menghadapi tahapan penerimaan mahasiswa baru.
Namun, satu langkah sudah dimulai: belajar lebih tekun dan memperbaiki nilai. Sebab, impian yang tumbuh sejak SMP itu kini membutuhkan usaha nyata agar kelak bisa menjadi kenyataan. (*)
Fotografer: Yogi Arif Firmansyah





0 Tanggapan
Empty Comments