Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Aisyiyah Perkuat Ketahanan Gizi Ibu dan Anak di Wilayah Bencana Sumatera

Iklan Landscape Smamda
Aisyiyah Perkuat Ketahanan Gizi Ibu dan Anak di Wilayah Bencana Sumatera
Penyerahan bantuan dari Aisyiyah kepada warga korban bencana Sumatera. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Di tengah situasi darurat akibat bencana, perlindungan terhadap ibu dan anak menjadi prioritas yang tak bisa ditunda. Melalui Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah, gerakan perempuan Muhammadiyah ini menyalurkan bantuan gizi bagi ribuan kelompok rentan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sebagai wujud dakwah kemanusiaan yang berkelanjutan.

Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini menegaskan bahwa perlindungan terhadap ibu dan anak dalam situasi bencana merupakan bagian dari tanggung jawab keumatan dan kebangsaan yang tidak boleh diabaikan.

“Aisyiyah memandang bahwa perlindungan terhadap ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita dalam situasi bencana adalah tanggung jawab bersama. Kita tidak boleh membiarkan kondisi darurat berdampak pada hilangnya kesempatan anak-anak untuk tumbuh sehat dan optimal,” ujar Noordjannah, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, respons kebencanaan ‘Aisyiyah tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi juga mengedepankan edukasi, pendampingan, dan penguatan ketahanan keluarga agar kualitas generasi tetap terjaga.

“Upaya ini bukan hanya soal membagikan makanan, tetapi membangun kesadaran gizi, memperkuat peran ibu, dan menjaga keberlanjutan kualitas generasi. Inilah dakwah kemanusiaan yang menjadi ruh gerakan ‘Aisyiyah,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyalurkan bantuan untuk mendukung pemenuhan gizi kelompok rentan terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Bantuan ini difokuskan bagi bayi, balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui sebagai bagian dari respon tanggap bencana yang terintegrasi.

Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Warsiti menegaskan bahwa intervensi gizi bagi kelompok rentan merupakan prioritas utama dalam situasi darurat.

“Dalam kondisi bencana, kelompok bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sangat berisiko mengalami gangguan gizi dan penurunan daya tahan tubuh. Karena itu, pemenuhan makanan bergizi bukan hanya bantuan kemanusiaan, tetapi juga upaya penyelamatan generasi,” ujar Warsiti.

Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah telah menyalurkan dana untuk wilayah Aceh yang mencakup Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah. Sementara itu, penyaluran di Sumatera Barat dan Sumatera Utara dilakukan berdasarkan surat lanjutan sebagaimana tercantum dalam laporan kegiatan.

Secara keseluruhan, program ini menjangkau lebih dari 4.000 penerima manfaat dari 12 Pimpinan Daerah Aisyiyah di wilayah terdampak.

Warsiti menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan tidak hanya berupa dana dan distribusi makanan, tetapi juga dilengkapi dengan Panduan Pemberian Makan Bergizi untuk Kelompok Rentan di Situasi Bencana.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Panduan tersebut mengatur prinsip penyelenggaraan dapur bencana, mulai dari penggunaan bahan halal dan segar, proses pengolahan yang bersih, hingga distribusi yang menjaga martabat penerima manfaat.

“ASI harus tetap menjadi prioritas. Dalam situasi bencana, ASI adalah sumber gizi yang paling aman, selalu tersedia, dan melindungi bayi dari infeksi. Kami juga memberikan konseling PMBA agar ibu tetap percaya diri menyusui,” jelas Warsiti.

Untuk balita usia 6–8 bulan, makanan diberikan dalam bentuk saring atau lumat, sementara usia 9–11 bulan dalam bentuk tim atau cincang, dan 12–23 bulan sudah dapat mengonsumsi makanan keluarga dengan penyesuaian tekstur.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui koordinasi dengan Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah serta Posko Layanan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Program ini juga menjadi bagian dari gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR) dalam merespons kebencanaan.

Di lapangan, distribusi dilakukan dalam dua bentuk, yakni makanan sehat siap konsumsi dan bahan pokok yang diperuntukkan khusus bagi bumil, ibu menyusui, dan balita, dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan akses ke lokasi terdampak.

“Kami memastikan setiap bantuan sesuai kebutuhan fisiologis sasaran. Prinsipnya sederhana, aman, bersih, layak, dan bergizi. Tidak sekadar membagikan makanan, tetapi memastikan kualitas dan ketepatan sasaran,” tambah Warsiti.

Ia berharap dukungan ini tidak hanya membantu pemulihan jangka pendek, tetapi juga mencegah dampak jangka panjang seperti stunting, anemia, dan gangguan tumbuh kembang pada anak.

“Memberi makan kelompok rentan di situasi bencana adalah ikhtiar menjaga masa depan bangsa,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu