Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Akhlak Baik Bisa Mengangkat Derajat Mukmin hingga Setara Ahli Puasa dan Tahajud

Iklan Landscape Smamda
Akhlak Baik Bisa Mengangkat Derajat Mukmin hingga Setara Ahli Puasa dan Tahajud
Kajian Kitab Riyadhus Shalihin di Masjid Al Ikrom Diponegoro, Wage, Taman, Sidoarjo, Kamis (8/10/2026).. Foto: Mashuri/PWMU.CO

Tidak semua orang mampu memperbanyak puasa sunnah atau menghidupkan malam dengan shalat. Namun, setiap Muslim memiliki kesempatan untuk meraih kemuliaan melalui jalan lain: memperbaiki akhlak.

Akhlak yang baik bahkan dapat mengantarkan seorang mukmin mencapai derajat orang yang tekun berpuasa dan mendirikan shalat malam.

Pesan tersebut disampaikan KH M. Qomaruddin, Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Balongbendo. Sidoarjo, saat Kajian Kitab Riyadhus Shalihin di Masjid Al Ikrom Diponegoro, Wage, Taman, Sidoarjo, Kamis (8/10/2026).

Kajian rutin yang digelar PRM Wage bersama Takmir Masjid Al Ikrom itu diikuti 254 jamaah. KH Qomaruddin membahas Bab Akhlaq yang Mulia dengan mengkaji hadis nomor 629, 630, dan 631.

Mengawali pembahasan, ia mengutip hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dari Aisyah radhiyallahu ‘anha. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya seorang mukmin dapat mengejar dengan budi pekertinya yang baik, derajat orang yang terus-menerus berpuasa dan sembahyang malam.”

Hadis tersebut menunjukkan tingginya kedudukan akhlak dalam Islam. Akhlak bukan pelengkap ibadah, melainkan bagian penting dari kualitas keimanan seorang Muslim.

Menurut Kiai Qomaruddin, akhlak mulia tidak berhenti pada ucapan. Akhlak justru terlihat dalam hubungan sehari-hari, terutama dengan orang-orang terdekat.

“Rumah tangga menjadi salah satu ruang untuk menguji kualitas akhlak seseorang,” katanya.

Dia lalu menjelaskan, seorang istri antara lain dituntut menjaga penampilan dan sikap di hadapan suami, menaati suami dalam perkara yang baik, menjaga kehormatan diri dan harta suami, serta berusaha menciptakan kenyamanan dalam rumah tangga.

“Tutur kata juga menjadi bagian penting. Berbicara dengan sopan dan penuh penghormatan dapat menjaga hubungan, sedangkan ucapan yang kasar berpotensi melukai perasaan,” tegas Kiai Qomaruddin.

Selain itu, Kiai Qomaruddin mengingatkan pentingnya qanaah. Sikap merasa cukup atas pemberian Allah dapat membentengi seseorang dari kebiasaan mengeluh dan mendorongnya untuk lebih banyak bersyukur.

Tidak Semua Perbedaan Harus Diperdebatkan

Kiai Qomaruddin juga mengulas tentang akhlak mulia juga tampak ketika seseorang menghadapi perbedaan pendapat.

Dia menyebut hadis Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw memberikan gambaran tentang jaminan rumah di surga bagi orang yang memiliki akhlak tertentu.

“Ada jaminan sebuah rumah di bagian bawah surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun berada dalam posisi benar. Ada pula jaminan rumah di pertengahan surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun hanya dalam keadaan bercanda,” jabarnya.

Sementara bagi orang yang memperbaiki akhlaknya, Rasulullah SAW menjanjikan rumah di bagian tertinggi surga. Pesannya jelas bahwa tidak semua kebenaran harus dimenangkan melalui perdebatan.

Kemampuan menahan diri juga merupakan akhlak. Demikian pula kejujuran. Bercanda bukan alasan untuk membenarkan dusta.

Banyak Bicara Bukan Tanda Kemuliaan

SMPM 5 Pucang SBY

Kiai Qomaruddin kemudian mengingatkan jamaah agar berhati-hati dalam berbicara. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam at-Tirmidzi dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw menjelaskan bahwa orang yang paling beliau cintai dan paling dekat kedudukannya dengan beliau pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya.

“Sebaliknya, mereka yang banyak bicara, banyak omong, sombong dalam pembicaraan, dan memperlihatkan kepandaian dirinya termasuk orang yang jauh dari Rasulullah saw,” tutur dia.

Pesan ini menjadi penting di tengah kehidupan yang memberi ruang sangat luas bagi seseorang untuk berbicara dan menunjukkan dirinya. Ilmu dan kepandaian semestinya melahirkan kerendahan hati, bukan kesombongan.

Dalam kajian itu, Kiai Qomaruddin juga mengangkat kisah Uwais al-Qarni, seorang tabi’in saleh dari Yaman yang hidup pada masa Rasulullah SAW.

Uwais tidak pernah bertemu langsung dengan Rasulullah SAW. Namun, ia dikenal karena baktinya kepada ibunya yang telah tua dan dalam kondisi lumpuh.

“Kisah Uwais menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan popularitasnya di tengah manusia. Seseorang bisa saja tidak dikenal luas, tetapi memiliki kedudukan mulia di sisi Allah karena keikhlasan, kesabaran, dan amal salehnya,” jelas dia.

Kisah tersebut, imbuh Kiai Qomaruddin ,sekaligus mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua. Al-Qur’an mengajarkan doa:

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Ilmu Seharusnya Mengubah Akhlak

Rangkaian hadis yang dikaji Kiai Qomaruddin membawa satu pesan penting: akhlak bukan sekadar sopan santun dalam pergaulan.

“Menjaga ucapan, meninggalkan dusta dan perdebatan, tidak menyombongkan diri, menjaga amanah, membangun hubungan baik dalam rumah tangga, qanaah, serta berbakti kepada orang tua merupakan bagian dari akhlak seorang mukmin,” tandasnya.

Karena itu, timpalnya, ukuran keberagamaan seseorang tidak cukup dilihat dari banyaknya ibadah yang tampak. Akhlak dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi cermin penting dari keimanan.

Kajian yang berlangsung setelah Maghrib itu dilengkapi ta’jil dan buka puasa bersama. Selain memperoleh ilmu, jamaah juga mendapat ruang untuk mempererat silaturahmi.

Melalui Kajian Riyadhus Shalihin, PRM Wage dan Takmir Masjid Al Ikrom menghadirkan majelis ilmu yang menghubungkan hadis dengan persoalan kehidupan sehari-hari.

Sebab, ilmu agama semestinya tidak berhenti di kepala. Ia harus turun menjadi sikap. Dan salah satu tanda ilmu itu hidup adalah ketika seseorang menjadi lebih baik akhlaknya. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 08/10/2026 21:18
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu