Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Apresiasi Pemerintah Daerah terhadap Revitalisasi Satuan Pendidikan

Iklan Landscape Smamda
Apresiasi Pemerintah Daerah terhadap Revitalisasi Satuan Pendidikan
Apresiasi Pemerintah Daerah terhadap Revitalisasi Satuan Pendidikan. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Upaya mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua terus diperkuat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui beragam kebijakan strategis. Salah satu kebijakan tersebut adalah Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Satuan Pendidikan yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2025.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan telah menghadirkan dampak positif di berbagai daerah, mulai dari tumbuhnya harapan baru hingga meningkatnya semangat memajukan pendidikan nasional secara nyata melalui perbaikan infrastruktur pendidikan yang berkeadilan dan berbasis kebutuhan.

Dalam pelaksanaan Konsolidasi Nasional tahun 2026, Kemendikdasmen menghadirkan kepala dinas pendidikan provinsi serta kabupaten/kota untuk menyelaraskan visi pembangunan pendidikan dan memperkuat partisipasi semesta dalam memajukan pendidikan nasional.

Pada forum tersebut, sejumlah pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dinilai tepat sasaran, berkeadilan, serta mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara

Apresiasi disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Najib. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya guru, tenaga kependidikan, serta infrastruktur pendidikan sebagai fondasi kemajuan daerah.

“Dengan adanya Revitalisasi Satuan Pendidikan, kami sangat bersyukur pembangunan sekolah di daerah kami dapat terbantu. Para penerima manfaat merasa senang dengan berdirinya bangunan sekolah yang kokoh dan layak untuk kegiatan belajar. Program ini kami nilai tepat sasaran karena berbasis data, sehingga pembangunan dilakukan sesuai kebutuhan riil satuan pendidikan,” ujar Najib.

Najib menambahkan bahwa pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menerima revitalisasi untuk 53 satuan pendidikan dan seluruhnya telah selesai sesuai target. Penerapan sistem swakelola dinilai memberikan dampak positif terhadap kualitas pembangunan.

Selain itu, pelaksanaan program turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal melalui pelibatan tenaga kerja setempat, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas pendidikan yang dibangun.

Sebagai wilayah yang secara geografis jauh dari pusat pemerintahan, Kabupaten Lombok Utara berharap program revitalisasi mampu mewujudkan pendidikan bermutu dan berkeadilan. Najib juga menyoroti kondisi daerahnya yang pernah terdampak gempa bumi pada tahun 2018.

“Program Revitalisasi Satuan Pendidikan memiliki arti penting bagi kami. Meskipun sebagian besar fasilitas pendidikan telah kembali berfungsi, masih terdapat sekolah yang menggunakan bangunan sementara. Melalui revitalisasi, kami berharap bangunan tersebut dapat segera menjadi permanen,” tuturnya.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Anhar. Ia menyatakan bahwa sektor pendidikan merupakan strategi utama pembangunan daerah.

Dengan keterbatasan fiskal yang dimiliki, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah terus beradaptasi terhadap kebijakan pusat serta melakukan pembenahan data secara jujur dan akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan pendidikan.

“Program prioritas Kemendikdasmen berupa Revitalisasi Satuan Pendidikan terbukti tepat sasaran karena berbasis data dan langsung menyentuh warga sekolah. Dampaknya tidak hanya menurunkan jumlah sekolah rusak dan meningkatkan mutu layanan pendidikan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan masyarakat serta menggerakkan ekonomi lokal,” jelas Anhar.

Anhar menambahkan bahwa Kabupaten Hulu Sungai Tengah menjadi daerah dengan penerima revitalisasi terbanyak di Kalimantan Selatan pada tahun 2025, dengan total 55 satuan pendidikan yang telah rampung dan siap digunakan, terdiri atas 8 PAUD, 21 SD, dan 26 SMP.

“Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Hasil dari program revitalisasi ini harus dirawat dan dijaga agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bermakna,” ungkap Anhar.

Apresiasi terhadap program revitalisasi juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Cik Aden. Ia menyampaikan bahwa revitalisasi tahun anggaran 2025 memberikan manfaat nyata bagi satuan pendidikan di wilayahnya.

Pada tahun tersebut, sebanyak 18 satuan pendidikan menerima revitalisasi dan seluruh proses pembangunan berjalan lancar serta selesai tepat waktu.

Pelaksanaan Partisipatif dan Tepat Sasaran

Aden menjelaskan bahwa pelaksanaan revitalisasi di Kabupaten Bangka Selatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan warga sekolah, guru, komite sekolah, tokoh masyarakat, serta orang tua peserta didik.

Partisipasi tersebut berlangsung sejak tahap perencanaan hingga pengawasan pelaksanaan, sehingga kebutuhan perbaikan sekolah dapat dipetakan secara tepat sesuai tingkat kerusakan dan prioritas ruang kelas.

Dampak Revitalisasi terhadap Ekonomi Masyarakat

“Revitalisasi juga memberikan dampak nyata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pelibatan tenaga kerja lokal tidak hanya membuat penggunaan anggaran lebih efisien dan efektif, tetapi juga membuka lapangan kerja serta memberikan penghasilan bagi masyarakat,” jelas Aden.

Lingkungan Belajar yang Aman dan Kondusif

Dari sisi pendidikan, Aden menilai revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, melainkan juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik.

“Kami berharap revitalisasi menjadi penggerak peningkatan mutu pendidikan yang didukung infrastruktur layak, implementasi kurikulum yang baik, serta pendidik yang memiliki komitmen dan budaya belajar berkelanjutan,” tuturnya.

Komitmen Kemendikdasmen Perluas Revitalisasi

Sejalan dengan berbagai apresiasi tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Sepanjang tahun 2025, Kemendikdasmen berhasil merealisasikan amanah Presiden Republik Indonesia dalam mendukung Asta Cita keempat melalui program revitalisasi dengan anggaran sebesar Rp16,9 triliun yang menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan.

“Memasuki tahun 2026, Kemendikdasmen berkomitmen melanjutkan dan memperluas program strategis, termasuk Revitalisasi Satuan Pendidikan hingga menjangkau 60 ribu penerima manfaat. Dengan penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, kami optimistis kebijakan pendidikan akan semakin berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” pungkas Menteri Mu’ti.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu