Awan tipis menyelimuti Senin pagi ketika jarum jam menunjukkan pukul 06.50. Satu per satu siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) melangkah menuju Masjid Taqwa Spemdalas, menenteng mukena dan mendekap Al-Quran. Mengawali semester genap, mereka menata hati dan niat melalui rangkaian kegiatan keagamaan (5/1/2026).
Dipandu Ustadz M. Haris, S.Pd.I., para siswa menata saf dengan rapi untuk melaksanakan sholat sunnah tahiyatul masjid dan sholat dhuha berjamaah. Suasana masjid terasa khusyuk saat doa pagi dan murojaah Surat At-Thariq, Al-A’la, dan Al-Ghasyiyah dilantunkan dengan penuh penghayatan.
Kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Quran Surat An-Nisa ayat 114–147. Seluruh siswa bersama ustadz dan ustadzah membaca ayat-ayat suci dengan tartil sebagai peneguhan bahwa proses belajar tidak hanya mengasah akal, tetapi juga membentuk ruhani.
Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB, Ustadz Yugo Triawanto, M.Si., menyampaikan penguatan kepada para siswa. Ia menjelaskan alasan mengawali semester dari masjid.
“Karena kehidupan kita bermula, berlangsung, dan berakhir kepada Allah,” tuturnya.
Menurutnya, dari rumah Allah inilah Spemdalas mengajak siswa untuk selalu mengingat Allah agar tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat bagi keluarga, bangsa, dan agama.
“Ketika selalu ingat kepada Allah, insyaallah kita akan terbiasa berbuat baik dan menjauhi keburukan, selaras dengan nilai Pancasila sila pertama,” tambahnya.
Ia juga menegaskan komitmen sekolah untuk mendidik siswa agar tidak hanya saleh di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari hingga setelah lulus.
“Di semester genap ini, kami berharap siswa mampu meraih prestasi dan capaian yang lebih baik dari semester sebelumnya,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penguatan tata tertib sekolah oleh Ustadzah Ain Nurwindasari, M.IRKH., wali kelas bidang ISMUBA. Ia mengajak siswa memahami tata tertib sebagai panduan membentuk disiplin dan tanggung jawab, mulai dari ketepatan waktu, kerapian, kebersihan, hingga kelengkapan belajar.
“Karena ini hari pertama semester genap, kami ingin sejak awal siswa memahami aturan, konsekuensi, dan menjaga kedisiplinannya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pergaulan dan menghindari pacaran di usia SMP agar siswa tetap fokus belajar.
“Kesadaran yang kami harapkan bukan karena takut poin berkurang, tetapi karena merasa selalu diawasi oleh Allah SWT,” pesannya.
Penguatan berikutnya disampaikan Ustadz M. Wildan Hernanda, S.Pd., yang mengajak siswa menjaga dan merawat sarana prasarana sekolah. Ia menekankan peran ketua kelas sebagai teladan dalam menjaga fasilitas demi kenyamanan belajar.
Kesan positif dirasakan para siswa. Archello Rakha Kayrendra, siswa kelas 8 Ferrum, mengaku bersyukur dapat memulai semester dari masjid.
“Alhamdulillah, murojaah Al-Quran membuat saya lebih siap menjalani kegiatan belajar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Dwi Affika Putri Hariyadi, siswi kelas 8 Ferrum. Ia merasa lebih tenang dan siap belajar setelah mengawali hari dengan doa dan tadarus.
“Saya berharap bisa lebih konsisten beribadah dan bersungguh-sungguh dalam belajar,” tuturnya.
Mengawali semester genap dari masjid, Spemdalas menegaskan komitmennya untuk menata hati sebelum mengasah prestasi serta membimbing siswa menjadi generasi berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.






0 Tanggapan
Empty Comments