Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bahaya Laten Terorisme

Iklan Landscape Smamda
Bahaya Laten Terorisme
Oleh : Alfain Jalaluddin Ramadlan
pwmu.co -

Buku berjudul Jalan Baru Napi Teroris karya Dr. Sholihul Huda, M.Fil.I merupakan literatur mendalam setebal 168 halaman yang diterbitkan oleh Samudra Biru (Anggota IKAPI) pada cetakan pertamanya, Oktober 2024.

Karya ini secara komprehensif mengulas tentang upaya deradikalisasi mantan narapidana teroris (Napiter) di Indonesia.

Pendekatannya cukup komprehensif. Buku terbaru Sholihul Huda dengan Prolog dari Sekretaris PWM Jatim Dr Biyanto ini memberikan wawasan tentang pentingnya moderasi beragama sebagai jalan untuk mencegah radikalisme dan memperkuat harmoni sosial.

Pasca reformasi, perubahan besar terjadi di Indonesia, termasuk dalam ekspresi keberagamaan masyarakat yang semakin beragam dan terbuka. Kebebasan ini membawa berbagai warna dalam cara masyarakat mengekspresikan agama, mulai dari pendekatan liberal hingga radikal.

Di tengah situasi ini, radikalisme agama muncul sebagai ancaman bagi kedamaian dan keamanan nasional.

Melalui buku ini, Sholihul Huda yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ini memaparkan bagaimana radikalisme dapat menjadi pendorong bagi aksi terorisme yang meresahkan masyarakat dan merusak kerukunan.

Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya yang populer di sapa Gus Sholih ini juga menekankan pentingnya pendekatan yang simpatik dan manusiawi dalam menangani mantan pelaku terorisme.

Ia menggambarkan upaya deradikalisasi sebagai langkah strategis untuk mengurangi ideologi radikal dari akarnya.

Buku ini mengungkap secara utuh terkait pola deradikalisasi mantan Narapidana Teroris (Napiter) berbasis ideologi moderasi yang dilakukan oleh gerakan masyarakat sipil.

Sebuah pola pencegahan radikalisme dari hulu (faktor) hingga hilir (dampak) secara komprehensif berbasis ideologi moderasi dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat sipil di Indonesia salah satunya yang dilakukan oleh Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) di Desa Tenggulun Kec. Solokuro Lamongan.

Sebuah gerakan dan lembaga masyarakat sipil yang konsen mendidik dan memberdayakan para mantan napi teroris (napiter) untuk kembali ke jalan baru yang lebih beradab dan manusiawi sehingga terbangun kehidupan yang harmoni dan damai di Indonesia dan dunia Internasional.

YLP merupakan lembaga yang berfokus pada pendidikan dan pemberdayaan para mantan Napiter, membantu mereka menemukan “jalan baru” yang lebih damai dan manusiawi.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Buku berisi 168 halaman ini tidak hanya berfungsi sebagai kajian teoritis, tetapi juga sebagai panduan praktis bagi pemerintah dan masyarakat dalam menangani radikalisme.

Melalui narasi yang kuat, Gus Sholih menunjukkan pentingnya peran kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga pendidikan dalam menjaga harmoni di Indonesia.

Bagi pembaca yang tertarik pada kajian sosiologi agama, terorisme, dan moderasi beragama, buku ini menawarkan perspektif baru.

Penulis berharap karya ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam diskusi akademik terkait pemikiran Islam di Indonesia serta memperkaya studi sosiologi agama dan deradikalisasi di tingkat internasional.

Saat ini, buku semacam ini dapat dikatakan sebagai bacaan yang relevan.

Kala kita sedang berjuang keras melawan ancaman terorisme global, buku ini menyuguhkan model pencegahan yang menjunjung tinggi kemanusiaan.

Pembaca diajak untuk lebih melihat potensi perubahan di tengah masyarakat yang beragam dan menginspirasi langkah nyata menuju Indonesia yang penuh kedamaian.***

 

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu