SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik kembali menyelenggarakan Program Orang Tua Mengajar (OTM) di kelas VII Brave, Rabu (21/1/2025), pukul 07.30–08.30 WIB. Kegiatan ini bertujuan memberikan pembelajaran kontekstual kepada siswa melalui pengalaman langsung orang tua yang berprofesi sebagai praktisi di bidang tertentu.
Pada kesempatan tersebut, Ivan Nur Pratama, S.T., M.T., Manajer PLN UPT Gresik Unit Induk Transmisi Jawa Timur dan Bali, hadir sebagai narasumber. Ia juga merupakan orang tua dari Kean Satya Nugraha, siswa kelas VII Brave. Ivan membawakan materi bertema “Listrik vs Layangan”, yang menekankan pentingnya keselamatan listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Ivan menjelaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan vital yang sangat dekat dengan aktivitas manusia. Hampir seluruh kegiatan, mulai dari belajar, bekerja, hingga kebutuhan rumah tangga, bergantung pada pasokan listrik yang aman dan andal.
“Listrik itu sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun di sisi lain, listrik juga bisa menjadi sangat berbahaya jika tidak dipahami dan digunakan dengan benar,” ujarnya.
Ivan kemudian mengingatkan siswa tentang bahaya bermain layang-layang di dekat jaringan listrik, baik jaringan distribusi maupun transmisi tegangan tinggi. Melalui tayangan dokumentasi serta contoh kasus nyata, siswa diajak memahami risiko serius yang dapat ditimbulkan.
“Bermain layang-layang di dekat jaringan listrik sangat berbahaya. Banyak kejadian kebakaran, sengatan listrik, bahkan luka bakar berat akibat benang layangan yang tersangkut kabel listrik,” tegasnya.
Ia juga membagikan pengalamannya saat harus menangani layangan yang terperangkap di jaringan listrik, terutama pada malam hari. Menurutnya, proses tersebut tidak mudah dan memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan petugas maupun lingkungan sekitar.
Selain faktor manusia, Ivan menjelaskan bahwa gangguan jaringan listrik juga dapat disebabkan oleh faktor alam, seperti banjir yang merusak pondasi tower dan jaringan transmisi.
“Jika satu tower terganggu akibat banjir, dampaknya bisa dirasakan oleh banyak wilayah,” jelasnya.
Ivan menegaskan bahwa menjaga keamanan jaringan listrik bukan hanya tanggung jawab PLN, melainkan seluruh lapisan masyarakat. Ia mengimbau siswa agar tidak bermain layang-layang di area berbahaya demi keselamatan bersama dan keberlangsungan pasokan listrik.
“Agar tidak terjadi pemadaman listrik, kami mengimbau masyarakat, termasuk adik-adik, untuk tidak bermain layangan di dekat jaringan listrik. Bermainlah di tempat yang aman karena risiko luka bakar akibat listrik bisa sangat berat, bahkan berujung fatal,” tandasnya.
Pengalaman paling berkesan juga dibagikan Ivan saat terlibat langsung dalam penanganan bencana besar di Aceh. Kala itu, infrastruktur listrik rusak total sehingga diperlukan langkah darurat dengan membangun emergency tower.
“Kondisi medan sangat ekstrem, bahkan harus menggunakan helikopter. Dalam situasi darurat, jumlah petugas di atas tower ditambah agar aliran listrik bisa segera pulih. Ini demi kemanusiaan karena listrik sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias dan semakin memahami bahwa listrik memiliki dua sisi, yakni sangat bermanfaat namun juga berbahaya jika tidak disikapi dengan bijak.
Wali kelas VII Brave, Risma Oktavia, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan Program Orang Tua Mengajar tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dan membuka wawasan siswa tentang keselamatan serta tanggung jawab sosial.
“Kegiatan ini sangat bermakna karena siswa belajar langsung dari pengalaman nyata seorang praktisi. Anak-anak menjadi lebih sadar bahwa tindakan kecil, seperti bermain layangan sembarangan, bisa berdampak besar bagi keselamatan dan kehidupan banyak orang,” tuturnya.
Melalui Program Orang Tua Mengajar ini, siswa kelas VII Brave diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga keselamatan diri, menghargai fasilitas umum, serta bijak dalam memanfaatkan listrik sebagai sumber energi yang sangat vital bagi kehidupan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments