SMK Muhammadiyah Tulangan (SMK Milan) melaksanakan kegiatan Baitul Arqam hari kedua pada Rabu (11/3/2026), sebagai bagian dari program pembinaan keislaman bagi siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membentuk karakter pelajar Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak pagi hari, para siswa telah berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan. Kegiatan diawali dengan pengumpulan zakat fitrah yang diikuti oleh para siswa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mengenai kewajiban seorang muslim dalam menunaikan zakat serta upaya menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan pelajar.
Setelah pengumpulan zakat fitrah, kegiatan dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an yang dibacakan oleh salah satu siswa. Kegiatan tilawah tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembiasaan keagamaan yang dilaksanakan selama kegiatan berlangsung.
Memasuki sesi inti, para siswa mengikuti penyampaian materi fikih dengan tema “Pergaulan Remaja Muhammadiyah.” Materi tersebut disampaikan oleh Ustadz M. Basyir, M.Th.I., yang merupakan Pimpinan Harian Cabang Tulangan sekaligus anggota Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo.
Dalam pemaparannya, Ustadz M. Basyir menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter. Pada masa tersebut, pelajar mulai mengenal berbagai bentuk pergaulan yang dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif, sehingga diperlukan kemampuan untuk memilih lingkungan yang tepat.
Beliau juga menyampaikan bahwa pelajar Muhammadiyah diharapkan memiliki prinsip dalam bergaul serta mampu menjaga identitas keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Pergaulan sangat mempengaruhi masa depan seseorang. Jika kita memilih lingkungan yang baik, maka kita akan terdorong untuk melakukan kebaikan. Namun jika salah dalam memilih pergaulan, maka dampaknya juga bisa membawa kita pada hal-hal yang tidak baik,” jelasnya di hadapan para siswa.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga adab dalam pergaulan, baik dengan teman sebaya, guru, maupun masyarakat. Hal tersebut mencakup sikap sopan, menjaga ucapan, serta menghindari perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
Dalam penyampaian materi, Ustadz M. Basyir juga memberikan contoh yang berkaitan dengan kehidupan remaja. Hal tersebut membantu peserta dalam memahami materi yang disampaikan.
Kegiatan Baitul Arqam hari kedua berlangsung hingga menjelang waktu zuhur. Setelah sesi materi selesai, seluruh peserta melaksanakan salat zuhur berjamaah sebagai penutup rangkaian kegiatan pada hari tersebut.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga pergaulan sesuai dengan ajaran Islam serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Baitul Arqam menjadi bagian dari pembinaan keagamaan yang dilaksanakan sekolah secara berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments