Dalam upaya membentuk generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki jiwa produktif dan kreatif di era digital, siswa Tahfidz SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) mengikuti kegiatan Tahfidz Camp Digitalpreneur.
Kegiatan yang berlangsung di Al Yasmin Surabaya, Jalan Pagesangan Baru VII No. 17, dilaksanakan pada Jumat–Sabtu (31/10–1/11/2025). Beragam sesi menarik dihadirkan, antara lain public speaking, personal branding, personal digital, hingga pelatihan pembuatan web portfolio.
Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali para siswa Tahfidz Smamita dengan keterampilan digital dan kewirausahaan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus berkontribusi positif di dunia digital.
Direktur SMA Muhammadiyah 1 Taman, Edwin Yogi Laayrannta, M.I.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan siswa Tahfidz agar tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi tantangan masa depan.
“Saya merasa sangat senang dan bersyukur anak-anakku mampu beraktivitas sebagai bagian dari siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman. Agenda belajar kita tidak hanya di sekolah, tetapi di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh aktivitas siswa hendaknya diniatkan sebagai persembahan kepada Allah Swt.
“Hidup kita tidak hanya sebatas beribadah, tetapi juga menjalankan misi jual beli dengan Allah. Kita menjual segala upaya dalam raga, otak, dan pikiran kita kepada Allah sebagai bentuk persembahan,” jelasnya.
Menurut Edwin, generasi muda saat ini banyak yang cerdas secara akademik, namun masih perlu meningkatkan kemampuan soft skill.
“Aktivitas hari ini bukan sekadar belajar di dalam kelas, tetapi menanamkan nilai-nilai aktivitas yang menunjang pengembangan diri,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya soft skill seperti kemampuan berkomunikasi, manajemen aktivitas, serta kemampuan mengorganisasi kegiatan. “Membuat satu acara tampak mudah, tetapi sebenarnya tidak. Ini bagian dari soft skill yang perlu dikembangkan,” ujarnya.
Selain itu, Edwin juga mengajak siswa untuk menumbuhkan inisiatif dan kebiasaan menciptakan hal baru.
“Mari berusaha agar apa yang kita lakukan menjadi persembahan terbaik kepada Allah, dimulai dari jiwa, raga, dan harta kita,” katanya.
Di akhir sambutannya, ia berharap para siswa Tahfidz mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. “Jadilah orang yang memiliki nilai dan memberi manfaat bagi orang lain,” pesannya.
Selama pelatihan berlangsung, para siswa Smamita mendapat bimbingan langsung dari fasilitator berpengalaman di bidang digital, pemasaran, dan pengembangan diri. Mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mempraktikkan pembuatan konten digital dan pembangunan citra diri positif di dunia maya.
Smamita berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi Qurani yang adaptif, kreatif, dan inspiratif — yang mampu membawa nilai-nilai Islam ke dunia digital secara produktif dan positif. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments