Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bazar Ramadan MI Muhammadiyah 3 Doudo Tampilkan Kolaborasi SBK–Fikih, Dagangan Ludes dalam Hitungan Menit

Iklan Landscape Smamda
Bazar Ramadan MI Muhammadiyah 3 Doudo Tampilkan Kolaborasi SBK–Fikih, Dagangan Ludes dalam Hitungan Menit
Foto bersama kelas 5 & 6 bersama guru mapel SBK dan Fikih setelah acara bazar berakhir (Naufal Azkal Abid/PWMU.CO)
pwmu.co -

MI Muhammadiyah 3 Doudo (Mimuga) kembali menghadirkan projek kolaborasi mata pelajaran SBK dan Fikih melalui kegiatan Bazar Ramadan Market, Kamis (26/02/2026). Setelah sukses pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, kolaborasi ini kembali menarik antusiasme warga dan civitas madrasah.

Meski hujan mengguyur, kegiatan tetap berjalan. Lokasi yang semula direncanakan di depan gerbang sekolah akhirnya dipindah ke area parkir sebelah selatan lapangan Mimuga agar tetap kondusif dan nyaman bagi siswa maupun pengunjung.

Kolaborasi Mapel SBK–Fikih: Belajar Wirausaha Secara Langsung

Muhammad Ferdyansyah, pengampu mapel SBK, menjelaskan bahwa projek ini melibatkan banyak pihak—mulai dari siswa-siswi kelas 5 dan 6 sebagai pelaksana utama, masyarakat sebagai pembeli, hingga guru dan wali murid yang membantu proses pembuatan makanan dan minuman dari rumah.

“Sebelum ada Kurikulum Cinta atau Kurikulum Merdeka yang memungkinkan integrasi antarmapel, kami sudah pernah melakukannya tahun lalu. SBK punya materi Kewirausahaan dan Fikih memiliki materi Jual Beli. Maka saya bersama Bu Shofi (pengampu Fikih kelas 6) berkolaborasi agar siswa dapat praktik langsung menjadi wirausaha dan penjual,” terang Ferdy.

Ia mengakui bahwa persiapan projek kali ini cukup mendadak, mengingat siswa segera memasuki masa ujian. Momentum Ramadan dipilih karena pada sore hari banyak masyarakat berburu takjil.

Dagangan Ludes, Warga Tak Kebagian

Antusiasme masyarakat terlihat dari cepatnya produk habis terjual. Dalam hitungan menit setelah bazar dibuka, seluruh stand ludes tanpa sisa. Bahkan banyak warga yang menyampaikan tidak kebagian takjil dari siswa-siswi Mimuga.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Projek ini juga memiliki tantangan tersendiri. Setiap kelompok siswa diberi modal hanya Rp50.000 untuk mengolah produk makanan atau minuman yang harus berbeda antarstand. Harga jual dibuat sangat terjangkau—mulai dari Rp1.000 hingga Rp5.000—dengan sistem pre-order (PO) dan on the spot.

Beragam menu kreatif tersaji, termasuk dimsum megilan, puding karamel, chicken risoles, kue leum kleum lava, bola-bola mi telur puyuh, martabak usus, martabak telur, potato cheese stick, salad jelly pelangi, serta minuman seperti teazy, es lumut sanawa, lemon tea zest tea, es kuwut, es podeng jadul, dan es lilin.

Ferdy berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahun ini saja, tetapi terus berkembang sebagai tradisi edukatif Mimuga.

“Banyak manfaat yang dirasakan siswa, jadi kami berharap projek ini bisa terus berjalan di tahun-tahun mendatang. Bahkan kalau bisa, skalanya dibuat lebih besar dan lebih terkonsep,” ujarnya penuh semangat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu