
Keseruan kegiatan Inovatifpreneur Day 2025 di Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya pada Selasa-Rabu (17-18/06/2025). (Habib Amrullah/PWMU.CO).
PWMU.CO – Suasana ramai oleh jualan anak-anak menyelimuti kegiatan Inovatifpreneur Day 2025 di Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya.
Kegiatan tahunan tersebut berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (17-18/06/2025). Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai berwirausaha sejak dini kepada para siswa.
Lebih lanjut, kegiatan ini teramaikan oleh siswa-siswi kelas 1-3 pada hari pertama, dan kelas 4-6 pada hari kedua. “Setidaknya ada sekitar 11 stand yang jualan pada hari pertama, sementara hari kedua ada sekitar 8 stand” tutur ustadzah Suci Dwi Firdayanti SE, ketua pelaksana kegiatan.
Jajanan Pasar hingga Lontong Sate
Kegiatan selama dua hari itu terasa spesial, berbeda dengan tahun kemarin. Tahun ini Inovatif Preneuer Day bersamaan dengan Visiting School dari TK sekitar SD Muhammadiyah 7 Surabaya. Hari pertama ada RA Dewi Sartika, sementara hari kedua ada TK ABA 9.
Anak-anak TK tersuguhkan oleh tampilan kelas prestasi dari murid Sekolah Inovatif Jagir, sehingga dapat meramaikan kegiatan tahunan tersebut.
Beberapa jajanan pasar yang dapat dijumpai antara lain lumpia, pempek, klepon, es cincau, es cao dan tahu bakso. Sementara itu, ada juga hidangan lainnya seperti spaghetti, puding, dorayaki, mini burger, sushi roll, sate donat hingga es permen karet.
Masing-masing kelompok memperoleh kesempatan yang sama untuk mulai menjual makanan & minuman sejak pukul 08.30 hingga 10.30 WIB. Adapun yang diperbolehkan membeli mulai dari siswa-siswi, guru, karyawan hingga warga sekitar.
Siswa-siswi tampak mendalami peran mereka ketika berjualan. Ada yang berperan sebagai kasir, promosi hingga presentasi. Hal itu sudah mereka pelajari bersama orang tuanya selama 2-3 hari sebelum pelaksanaan, agar mereka bisa fokus sesuai bagian masing-masing.
Rayya Aqila Prawira, siswi kelas V Ibnu Sina mengatakan antusiasmenya dalam Inovatifpreneur day kali ini.
“Kegiatannya seru, bukan hanya sekedar belajar jualan, tapi ada pelajaran seni menghias stand yang menarik, ada pelajaran matematika menghitung modal, rugi dan laba” terangnya.
“Selain itu juga ada pelajaran PPKN tentang kerjasama dia juga bisa lebih mengenal karakter temannya, Yang paling bikin seru karena dalam kegiatan kemarin, kelompoknya mendapatkan keuntungan dan dibagi rata ke semua anggota kelompoknya. Lelah tapi seru” tambah Rayya.
Hal senada juga tersampaikan oleh Zahri Ali Muzaffar, siswa kelas 3 Al-Farazi “Alhamdulillah cepat habis laris, ternyata jualan itu asyik dan seru. Pas ramai agak bingung mau jualan mana dulu, tapi saat terima uangnya dan dihitung bersama-sama dapatnya banyak” tutur Zahri.
Penulis Habib Amrullah, Editor Danar Trivasya Fikri





0 Tanggapan
Empty Comments