
PWMU.CO – Suasana halaman SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik, Jawa Timur, pagi itu, Jumat (25/4/2025), penuh warna dan keceriaan. Meja-meja berjajar rapi, aneka makanan dan minuman menggoda, serta celoteh semangat para siswa menghidupkan kembali semangat Market Day, agenda rutin bulanan yang selalu dinanti.
Kegiatan ini melibatkan siswa-siswi kelas I, III, dan V sebagai tim pasar, sementara seluruh warga SD Muri dan lingkungan sekitar berperan sebagai pembeli.
“Asyik, hari ini ada Market Day lagi, nanti bisa beli banyak makanan!” seru beberapa siswa sambil berlari kecil menuju area bazar, wajah mereka berseri-seri tak sabar.
Sebelum bazar dimulai, acara dimeriahkan terlebih dahulu dengan Specta Show, sebuah panggung mini tempat para siswa menunjukkan bakat mereka, mulai dari bernyanyi, menari, hingga bermain alat musik. Suasana pun makin semarak, suara tepuk tangan membahana setiap kali satu penampilan usai.
Ini menjadi pemanasan yang sempurna, membangkitkan semangat belanja dan berinteraksi di antara siswa, guru, dan orang tua yang hadir.
Di area Market Day, berbagai macam makanan dijajakan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp3.000 hingga Rp6.000.
Ada kebab mini, sosis bakar, es lumut, teh poci, pastel, kue cubit, hingga aneka minuman segar, semuanya tersusun menarik dan menggoda selera.
Para siswa menjual dengan penuh percaya diri menawarkan dagangan mereka. “Tiga ribu saja, murah lho! Ayo dibeli, Kakak!” terdengar salah satu siswa kelas III, Swastamita, menawarkan dagangannya dengan penuh semangat.
Belajar Wirausaha Sejak Dini
Kepala Urusan Kesiswaan, Bellah Iasyah Meylindah SPd menjelaskan bahwa kegiatan Market Day bukan sekadar jual beli, melainkan wadah penting untuk pembelajaran karakter dan keterampilan hidup.
“Melalui Market Day, anak-anak belajar tentang jiwa wirausaha, manajemen keuangan, keterampilan komunikasi, dan tentunya menumbuhkan rasa percaya diri serta kejujuran,” tuturnya sambil mengamati keceriaan para siswa.
Lebih lanjut, Bellah menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan kolaborasi harmonis antara orang tua dan anak: orang tua membantu menyiapkan makanan, sementara anak-anak bertugas menjualnya di lapangan.
Kesan Mendalam dari Guru dan Siswa
Wali Kelas I Lazuardi, Mila Sopia SPd memberikan apresiasi penuh terhadap kegiatan ini.
“Market Day bukan hanya melatih soft skill siswa, tapi juga membangun budaya positif di sekolah. Suasana belajar menjadi menyenangkan, kolaboratif, dan berbasis pengalaman nyata. Ini mempererat hubungan antara siswa, guru, dan orang tua,” ungkapnya.
Antusiasme siswa pun terasa nyata. Fabian Amran Pideksa, siswa kelas III Swastamita, dengan wajah berbinar menceritakan pengalamannya, “Aku senang banget! Jadi penjual itu seru. Bisa nawarin makanan ke teman-teman, terus rasanya bangga kalau dagangan kita habis ludes! Pokoknya seruu.”
Senada dengan Bian, Echa Putri Hafizah, siswi kelas II Candramawa, juga membagikan kegembiraannya.
“Aku sukaaa banget! Banyak makanan enak. Aku beli kebab, sosis bakar, es lumut, teh poci… sampai bingung mau pilih yang mana!” tuturnya sambil tertawa.
Market Day SD Muri menjadi lebih dari sekadar kegiatan jual beli sederhana. Ia adalah ladang subur untuk menumbuhkan kreativitas, keberanian, kejujuran, serta semangat wirausaha di hati anak-anak sejak dini.
Dengan belajar berinteraksi, menawarkan produk, mengelola uang, hingga bekerja sama, mereka tidak hanya berlatih berdagang, tapi juga membangun karakter kuat untuk masa depan.
Dari sinilah, harapan besar itu tumbuh: mencetak generasi kreatif, mandiri, dan siap bersaing di masa depan.
Penulis Ika Heri Pratiwi Editor Zahra Putri Pratiwig





0 Tanggapan
Empty Comments