Pengajian dinilai menjadi salah satu indikator penting hidupnya ranting dan cabang Muhammadiyah. Keberadaan struktur organisasi dan kepengurusan saja dinilai belum cukup tanpa aktivitas dakwah yang secara langsung menyentuh jamaah dan masyarakat.
Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kayuputih di bawah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rawamangun, Jakarta, dengan PCM Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dalam rangkaian silaturahmi Ahad–Senin, 4–5 Oktober 2026.
Ranting dan cabang Muhammadiyah dipandang perlu menghadirkan kehidupan Persyarikatan melalui kegiatan dakwah yang aktif dan berkelanjutan. Salah satu bentuknya adalah pengajian yang menjadi ruang pertemuan antara pimpinan, anggota, kader, dan masyarakat.
“Ranting dan Cabang Muhammadiyah dianggap hidup kalau ada pengajiannya,” demikian salah satu gagasan yang mengemuka dalam pertemuan.
Pengajian tidak hanya menjadi sarana untuk menyampaikan materi keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dipandang sebagai ruang untuk menanamkan keyakinan kepada umat sekaligus membangun kedekatan antara pimpinan, anggota, dan masyarakat.
Dari pengajian pula dapat tumbuh kader, jamaah, kepedulian sosial, serta berbagai gerakan pemberdayaan. Karena itu, keberadaan pengajian memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan dakwah di tingkat ranting maupun cabang.
Dalam konteks tersebut, pengembangan ranting tidak semata-mata berbicara tentang administrasi organisasi. Ranting menjadi ruang dakwah yang hidup dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Pengalaman Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kayuputih menunjukkan pentingnya membangun hubungan personal dengan tokoh-tokoh berpengaruh di lingkungan sekitar. Dukungan tokoh masyarakat dinilai penting karena Muhammadiyah hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Komunikasi yang baik dengan lingkungan menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan ruang dakwah yang nyaman. Kepemimpinan pimpinan ranting juga diperlukan agar aktivitas Persyarikatan dapat berjalan dan diterima masyarakat.
Selain pengajian, kepercayaan masyarakat menjadi modal sosial yang penting dalam pengembangan ranting. Setiap amanah yang diberikan kepada Muhammadiyah, khususnya wakaf, harus dikelola secara baik, transparan, dan terukur.
Ketika masyarakat melihat amanah dikelola dengan baik, kepercayaan terhadap Persyarikatan akan semakin kuat. Dari kepercayaan tersebut dapat tumbuh dukungan terhadap berbagai kegiatan dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
Pengembangan ranting juga membutuhkan sinergi dengan organisasi otonom Muhammadiyah, khususnya Aisyiyah dan Angkatan Muda Muhammadiyah. Keterlibatan perempuan dan generasi muda dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan dakwah.
PRM Kayuputih juga menekankan pentingnya kerja sama dengan ranting dan lembaga lain. Kolaborasi dinilai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperkuat gerakan Muhammadiyah.
“Kerja sama dan kolaborasi adalah sebuah jalan yang niscaya bagi kemajuan sebuah gerakan. Dengan bekerja sama, jalan kita semakin sempurna,” demikian gagasan yang disampaikan dalam pemaparan strategi PRM Kayuputih.
Pembinaan sumber daya manusia juga menjadi perhatian, termasuk melalui pembinaan guru, ustaz dan ustazah, serta imam masjid. Kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar dakwah Muhammadiyah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Ke depan, PRM Kayuputih juga memiliki rencana mengembangkan pelatihan manajemen dakwah digital. Program tersebut diarahkan untuk menarik sekaligus mengelola potensi generasi muda sehingga dakwah Muhammadiyah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan ranting tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan aktivitas dakwah yang hidup di tengah masyarakat.
Pengajian menjadi salah satu pintu untuk membangun jamaah, memperkuat kaderisasi, menumbuhkan kepedulian sosial, sekaligus menjaga kedekatan Muhammadiyah dengan masyarakat.
Dengan pengajian yang aktif, pengelolaan amanah yang baik, kolaborasi antarelemen, serta pembinaan sumber daya manusia, ranting dapat terus berkembang sebagai basis dakwah Muhammadiyah yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments