Belajar tidak selalu harus di dalam kelas. Bagi siswa SD Muhammadiyah 2 Babat, pasar tradisional pun bisa menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Dengan kantong belanja dan daftar kecil di tangan, mereka berlatih mandiri dalam kegiatan life skill bertema “Belajar Mandiri Lewat Belanja di Pasar” pada Sabtu (25/10/2025).
Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari program Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) yang dilaksanakan sehari sebelumnya, Jumat, 24 Oktober 2025. Setelah menginap di sekolah dan mengikuti pembinaan keimanan, anak-anak memulai pagi mereka dengan senam bersama. Seusai itu, mereka mendapat pengarahan langsung dari Ustadz Rofiq mengenai tata cara belanja yang baik, jujur, dan bertanggung jawab.
Dari total 67 siswa, mereka dibagi menjadi delapan kelompok untuk memudahkan pendampingan para ustadz dan ustadzah. Lima kelompok terdiri atas siswa laki-laki, masing-masing beranggotakan delapan anak, sedangkan tiga kelompok siswi perempuan beranggotakan sembilan anak. Pendampingan kegiatan ini juga melibatkan kakak-kakak PLP dari Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) yang turut membantu memantau dan memberikan bimbingan kepada para siswa.
Setiap anak dibekali uang minimal Rp10.000 serta catatan kecil berisi daftar belanja yang merupakan permintaan dari orang tua mereka di rumah. Dengan bekal tersebut, anak-anak belajar memilih, menawar, dan membeli barang kebutuhan sesuai daftar. Banyak di antara mereka yang tampak antusias saat mencoba menawar harga sayur atau ikan dengan para pedagang di pasar.
“Kegiatan ini kami rancang agar anak-anak belajar tanggung jawab, keberanian, dan kemandirian sejak dini,” ujar Ustadz Rofiq, Kepala SD Muhammadiyah 2 Babat. “Melalui pengalaman langsung di pasar, mereka tidak hanya belajar berhitung dan berkomunikasi, tapi juga memahami nilai kerja keras para pedagang. Harapan kami, anak-anak bisa menjadi pribadi yang mandiri serta mampu membantu orang tua mereka di rumah.”
Kegiatan life skill belanja di Pasar Plaosan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Selain menyenangkan, kegiatan tersebut juga memperkuat nilai-nilai islami serta keterampilan hidup yang bermanfaat untuk masa depan mereka. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments