Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Belajar Tata Kelola SDI hingga Remunerasi, RSI Aisyah Nganjuk Studi Banding ke RSI Siti Aisyah Madiun

Iklan Landscape Smamda
Belajar Tata Kelola SDI hingga Remunerasi, RSI Aisyah Nganjuk Studi Banding ke RSI Siti Aisyah Madiun
unjungan studi banding dari jajaran manajemen RSI Aisyah Nganjuk di RSI Siti Aisyah Madiun. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Madiun menerima kunjungan studi banding dari jajaran manajemen RSI Aisyah Nganjuk dalam rangka upaya berkelanjutan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini menjadi momentum penting bagi kedua amal usaha kesehatan Muhammadiyah/Aisyiyah untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta strategi pengembangan rumah sakit berbasis profesionalisme dan nilai-nilai Islami.

Rombongan RSI Aisyah Nganjuk dipimpin oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Nganjuk yang diwakili Ketua Majelis Kesehatan (MK) Aisyiyah Nganjuk.

Turut hadir dalam rombongan tersebut jajaran direksi serta tim penunjang medis dari berbagai unit strategis, antara lain Sumber Daya Insani (SDI), Laboratorium, Instalasi Gizi, Radiologi, Farmasi, hingga unit Rekam Medis.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh direksi beserta staf RSI Siti Aisyah Madiun. Studi banding ini secara khusus memfokuskan pembahasan pada tata kelola SDI, sistem penggajian, remunerasi, serta kesejahteraan karyawan sebagai fondasi utama peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit.

Kegiatan diawali dengan penayangan video profil RSI Siti Aisyah Madiun yang menampilkan fasilitas, layanan unggulan, serta perkembangan signifikan rumah sakit dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam sambutannya, Direktur RSI Siti Aisyah Madiun, dr. Donna Dwi Yudhawati, MMR., FISQua., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan RSI Aisyah Nganjuk yang memilih RSI Siti Aisyah Madiun sebagai mitra belajar.

“Semangat kami adalah tumbuh bersama. Melalui forum silaturahmi ini, kita tidak hanya saling mengenal secara institusi, tetapi juga menguatkan sinergi dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ujar Donna.

Donna menuturkan, perjalanan panjang RSI Siti Aisyah Madiun yang berawal dari sebuah Klinik Bersalin.

Dengan dukungan penuh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun, klinik tersebut terus bertransformasi hingga berkembang menjadi rumah sakit yang dipercaya masyarakat seperti saat ini.

Menurutnya, transformasi tersebut tidak lepas dari pijakan visi, misi, dan motto yang kuat, serta pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan berintegritas, mulai dari tenaga medis, paramedis, hingga layanan rawat inap yang mengedepankan mutu dan empati.

Tidak hanya berbagi sejarah dan pengalaman kelembagaan, dr. Donna juga memaparkan berbagai layanan unggulan RSI Siti Aisyah Madiun yang kini menjadi rujukan masyarakat.

Beberapa di antaranya adalah layanan Stem Cells dan Secretome, Laser Hemoroid, Pain Management, serta metode persalinan Enhanced Recovery After Caesarean Section (ERACS).

Iklan Landscape UM SURABAYA

Pengembangan layanan tersebut, lanjut dr. Donna, didukung oleh strategi promosi dan edukasi yang komprehensif.

“Kami melakukan promosi layanan bukan sekadar pemasaran, tetapi juga melalui kunjungan, workshop, konsultasi, dan edukasi kepada masyarakat serta jejaring layanan kesehatan. Pendekatannya kreatif, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islami,” jelasnya.

Usai sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi teknis yang dibagi dalam dua sasaran pengamatan utama. Para peserta dari masing-masing unit melakukan diskusi mendalam sekaligus peninjauan lapangan secara langsung.

Sasaran pertama adalah rekredensial tenaga kesehatan (nakes) lain, khususnya di unit penunjang medis.

Tim RSI Aisyah Nganjuk mendalami prosedur kredensial serta standar mutu pelayanan di Laboratorium, Instalasi Gizi, Radiologi, Farmasi, dan Rekam Medis.

Sasaran kedua adalah manajemen Sumber Daya Insani (SDI). Dalam sesi ini dibahas secara intensif tata kelola SDI mulai dari perencanaan kebutuhan SDM, proses rekrutmen dan seleksi, program orientasi, pelatihan dan pengembangan, hingga sistem manajemen kinerja, jenjang karier, serta kompensasi dan remunerasi karyawan.

Diskusi berlangsung interaktif dengan pertukaran pengalaman dan praktik baik (best practices) yang telah diterapkan masing-masing rumah sakit.

Kegiatan studi banding ini diharapkan semakin mempererat silaturahmi antar amal usaha Muhammadiyah/Aisyiyah di bidang kesehatan.

Selain itu, kunjungan ini menjadi pemacu semangat bagi RSI Aisyiyah Nganjuk untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu layanan kesehatan yang profesional, humanis, dan Islami bagi masyarakat Nganjuk dan sekitarnya.

Melalui semangat berbagi dan tumbuh bersama, kedua rumah sakit berkomitmen menjadikan pelayanan kesehatan sebagai ladang dakwah sekaligus pengabdian terbaik bagi umat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu