Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Program SIKAP: Panen Perdana SMA Muha Genteng, Sayuran Dibagikan untuk Warga

Iklan Landscape Smamda
Program SIKAP: Panen Perdana SMA Muha Genteng, Sayuran Dibagikan untuk Warga
Beny Ahmad Saputra guru pembimbing program SIKAP saat panen perdana. (Alib/PWMU.CO)
pwmu.co -

Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di SMA Muhammadiyah 2 Genteng membuahkan hasil. Panen perdana tanaman sayur berupa tomat, cabai rawit, terong, dan sawi dilaksanakan pada Sabtu (11/4/2026), di lahan wakaf yang kini menjadi aset sekolah.

Menariknya, seluruh hasil panen tersebut langsung dibagikan kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai berbagi dalam pendidikan.

Program SIKAP sendiri merupakan bagian dari penguatan ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Khofifah Indar Parawansa melalui skema Sentra Agri Inovasi Siswa (SAINS). Program ini mendorong siswa untuk berinovasi memanfaatkan lahan di sekitar mereka dengan menanam tanaman jangka pendek yang bermanfaat bagi kebutuhan rumah tangga.

Selain menjadi upaya pemenuhan pangan sehat, program ini juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi siswa, mulai dari pengolahan tanah, perawatan tanaman, hingga proses panen. Penanaman sendiri telah dilakukan serentak sejak akhir Januari 2025 bersama ratusan SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Jawa Timur, dengan menyesuaikan kondisi wilayah masing-masing.

Manfaatkan Lahan Wakaf

Di tengah keterbatasan lahan sekolah, siswa SMA Muha Genteng tetap mampu berinovasi. Mereka memanfaatkan sebagian kecil lahan wakaf seluas sekitar 150 meter persegi dari total lebih dari satu hektare.

Dengan pendampingan guru, proses perawatan dilakukan secara intensif, mulai dari pemupukan hingga penyiraman. Hasilnya, tanaman tumbuh subur dan memberikan hasil panen yang memuaskan.

Koordinator program SIKAP, Beny Ahmad Saputra, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan panen perdana tersebut.

“Sejak awal kami bersama beberapa guru terus memantau perkembangan tanaman siswa. Alhamdulillah hasilnya sangat luar biasa,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia menambahkan, sesuai instruksi kepala sekolah, hasil panen perdana ini dibagikan kepada masyarakat sekitar, khususnya warga terdekat dengan lokasi lahan.

“Ada sekitar 30 kepala keluarga yang menerima hasil panen berupa terong, cabai rawit, dan tomat,” jelasnya.

Gerakan Berbagi dan Edukasi

Panen perdana ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan program ketahanan pangan di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi wujud nyata gerakan berbagi kepada masyarakat.

Melalui program SIKAP, siswa tidak hanya belajar tentang pertanian, tetapi juga ditanamkan nilai kepedulian sosial, kemandirian, dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar.

Ke depan, program ini diharapkan terus berkelanjutan dan mampu menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan ketahanan pangan berbasis edukasi. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 12/04/2026 19:33
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu