Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Legacy H. Suryadi Jadi Fondasi Perjuangan dan Wakaf PRM Kayuputih

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Legacy H. Suryadi Jadi Fondasi Perjuangan dan Wakaf PRM Kayuputih
Dok: Humas PCM Kutoarjo
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Kisah perjuangan Muhammadiyah di tingkat ranting tidak lepas dari peran tokoh yang mewakafkan waktu, tenaga, pikiran, hingga hartanya untuk kepentingan umat. Salah satunya adalah almarhum H. Suryadi, sosok yang disebut memiliki peran penting dalam perjalanan dan perkembangan PRM Kayuputih, Jakarta.

Dalam silaturahmi PRM Kayuputih–PCM Rawamangun Jakarta Timur ke PCM Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah, kisah tentang H. Suryadi menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian.

Warisan perjuangannya tidak hanya dikenang melalui aktivitas dakwah, tetapi juga melalui aset dan wakaf yang menjadi bagian dari keberlanjutan gerakan Muhammadiyah.

Zasirullah Salim, Wakil Ketua PRM Kayuputih sekaligus Wakil Ketua PCM Rawamangun Jakarta, menyampaikan rasa syukur atas warisan perjuangan H. Suryadi yang masih memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami sampaikan rasa syukur karena almarhum Bapak H. Suryadi dengan meninggalkan sebuah legacy yang demikian bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengatakan, selama perjalanan silaturahmi tersebut, rombongan menemukan berbagai peninggalan dan kontribusi H. Suryadi yang dikerjakan bersama pimpinan Muhammadiyah lainnya.

“Di sini banyak sekali kami menemui satu per satu yang ditinggalkan, bekerja sama dengan pimpinan lainnya. Kami pun mendapatkan hal yang sama dari beliau. Pembangunan Islamic Center Al Madani Muhammadiyah Kayu Putih turut mendapatkan perhatian beliau, turut menyumbangkan hartanya,” katanya.

Kontribusi tersebut menjadi gambaran bahwa perjuangan Muhammadiyah tidak hanya dibangun melalui aktivitas dakwah, tetapi juga melalui kesediaan para tokohnya untuk menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran, dan harta demi kepentingan umat.

Salah satu bentuk perjuangan tersebut adalah keberanian mengelola wakaf dan aset umat untuk kepentingan dakwah. Bagi Muhammadiyah, wakaf tidak berhenti pada penyerahan aset, tetapi perlu dikelola agar memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Warisan H. Suryadi menjadi contoh bahwa aset yang dikelola dengan baik dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya kegiatan dakwah, pendidikan, sosial, dan pelayanan umat.

Dalam perjalanan PRM Kayuputih, semangat tersebut dikenal dengan istilah BONEK atau Bondho Nekat. Istilah ini menggambarkan keberanian untuk memulai gerakan dengan sumber daya yang ada, disertai keyakinan bahwa perjuangan untuk kepentingan umat harus terus dilakukan.

Semangat itu membuat perjuangan di tingkat ranting tidak hanya bergantung pada besar kecilnya sumber daya yang tersedia. Yang lebih penting adalah keberanian untuk memulai, menjaga amanah, serta mengembangkan apa yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Kisah H. Suryadi sekaligus menunjukkan bahwa legacy dalam gerakan Muhammadiyah tidak hanya berupa nama yang dikenang. Legacy juga dapat hadir dalam bentuk aset wakaf, lembaga, tradisi pengajian, dan sistem gerakan yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, menjaga wakaf dan aset Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan. Apa yang telah dirintis oleh generasi sebelumnya perlu dirawat dan dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi berikutnya.

Silaturahmi PRM Kayuputih–PCM Rawamangun dengan PCM Kutoarjo menjadi momentum untuk kembali melihat pentingnya warisan perjuangan tersebut. Dari kisah H. Suryadi, para kader dapat belajar bahwa membangun gerakan membutuhkan ketulusan, keberanian, dan kesediaan meninggalkan sesuatu yang dapat terus memberi manfaat bagi umat.

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu