Mahasiswa KKN Tematik 26 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) memasang sensor water level atau sensor ketinggian air sebagai salah satu program kerja di Desa Dadapkuning, 4 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat memantau perubahan ketinggian air dengan memanfaatkan teknologi sederhana yang dapat memberikan informasi secara lebih mudah dan cepat.
Sensor water level bekerja dengan mendeteksi ketinggian air pada lokasi yang telah ditentukan. Dengan perangkat tersebut, kondisi ketinggian air dapat dipantau secara berkala.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan pemasangan perangkat sensor pada lokasi yang telah ditentukan. Setelah pemasangan, mahasiswa juga melakukan pengecekan dan pengujian untuk memastikan sensor dapat berfungsi dengan baik serta memberikan informasi ketinggian air secara tepat.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Dadapkuning, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap perubahan kondisi air.
Pemanfaatan teknologi tersebut juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam menghadirkan inovasi yang sederhana, tetapi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu mahasiswa KKN Tematik 26, Muhammad Abdul Aziz, menyampaikan bahwa pemasangan sensor water level merupakan bentuk penerapan teknologi yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam melakukan pemantauan kondisi air.
“Kami berharap pemasangan sensor water level ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah pemantauan ketinggian air. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian mahasiswa dalam memberikan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Dadapkuning.”
Melalui kegiatan tersebut, KKN Tematik 26 Desa Dadapkuning UMG terus berupaya menghadirkan program yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat memberikan manfaat dan mendukung pemanfaatan teknologi di lingkungan masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments