Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) Zona V Jawa Timur–Bali kembali menunjukkan komitmennya sebagai garda terdepan dalam perjuangan keadilan. Ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat (10/4/2026).
Aksi ini menjadi bentuk konsolidasi gerakan mahasiswa dari berbagai kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah Jawa Timur dan Bali dalam merespons sejumlah peristiwa yang dinilai mencederai rasa keadilan publik. Massa aksi bergerak dari Universitas Muhammadiyah Surabaya menuju lokasi aksi dengan membawa tuntutan utama terkait penegakan hukum yang adil, transparan, dan bebas dari praktik impunitas.
Koordinator Daerah (Korda) Pantura PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali, M. Kamal Al Ibad, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa, khususnya dari wilayah Pantai Utara (Pantura), merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap kondisi bangsa.
“Mahasiswa Pantura hari ini hadir bukan sekadar meramaikan aksi, tetapi membawa suara rakyat yang menuntut keadilan. Ketika hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah, maka mahasiswa wajib berdiri di garis depan untuk meluruskannya,” tegasnya.
Ia menyebutkan, massa dari wilayah Pantura meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Tuban, hingga Bojonegoro. Keterlibatan lintas daerah ini menjadi bukti kuat bahwa gerakan mahasiswa mendapat dukungan luas.
Di tengah aksi, perwakilan DPRD Provinsi Jawa Timur dari Komisi C, Adam Rusydi S.Pd., menemui massa dan menerima langsung aspirasi yang disampaikan. Ia menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa.
Adam menyampaikan bahwa DPRD Jawa Timur akan melakukan tindak lanjut resmi pada Selasa, 14 April 2026, sebagai respons atas aspirasi yang telah disampaikan.
Menanggapi hal tersebut, BEM PTMAI Zona V menegaskan akan terus mengawal janji tersebut hingga terealisasi. Jika tidak ada kejelasan, mahasiswa siap kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Kami menghargai itikad baik DPRD Jawa Timur. Namun jika janji tersebut tidak ditepati, kami bersama seluruh elemen, termasuk massa Pantura, siap menggelar aksi lanjutan dengan kekuatan yang lebih besar,” lanjut Kamal.
Selain itu, mahasiswa juga mendorong agar DPRD Jawa Timur, khususnya Komisi A, turut memberikan respons resmi. Hal ini mengingat substansi tuntutan berkaitan erat dengan aspek hukum, pemerintahan, dan penegakan keadilan.
Dalam pernyataan sikapnya, BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali menyoroti sejumlah kasus serius, di antaranya dugaan kekerasan terhadap aktivis HAM, insiden yang melibatkan kendaraan militer hingga menimbulkan korban jiwa, serta kasus peluru nyasar di Gresik yang melukai seorang pelajar.
Secara keseluruhan, massa aksi menyampaikan 25 tuntutan kepada DPRD Provinsi Jawa Timur. Tuntutan tersebut mencakup penegakan hukum yang transparan, penolakan impunitas, pengusutan hingga aktor intelektual, reformasi peradilan militer, serta perlindungan terhadap warga sipil dan korban.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Mahasiswa menegaskan bahwa gerakan ini akan terus berlanjut hingga keadilan benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.
“Jika keadilan menjauh dari rakyat, maka mahasiswa akan mendekatkannya kembali,” menjadi seruan yang menggema dalam aksi tersebut.
Dengan semangat solidaritas lintas daerah, termasuk kontribusi kuat dari wilayah Pantura, aksi ini menegaskan bahwa mahasiswa tetap konsisten sebagai kekuatan moral dalam menjaga demokrasi dan memperjuangkan keadilan bagi seluruh rakyat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments