Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Madiun (BEM UMMAD) mengikuti Aksi Simbolik bertajuk “September Hitam” yang terhelat Aliansi BEM Madiun.
Aksi simbolik “September Hitam” oleh Aliansi BEM Madiun ini terhadiri enam (6) BEM s kampus di Kota Madiun di Bento Kopi, Taman Praja, Kota Madiun, Kamis (25/09/2025).
Selain BEM UMMAD, aksi simbolik September Hitam juga terhadiri anggota Aliansi BEM Madiun lainnya seperti STIKES BHM Madiun, UNMER Madiun, STAI Madiun, UKWMS Madiun serta STKIP Widya Yuwana.
Doa Bersama hingga Tabur Bunga
Aksi simbolik ini berisi doa bersama serta tabur bunga di atas foto-foto sejumlah korban peristiwa September Hitam yang terjadi dalam sejarah Indonesia dalam 4-5 dekade terakhir.
Presiden Mahasiswa UMMAD, Maikel Jeksen menyampaikan, BEM UMMAD merasa harus hadir dan ikut serta dalam aksi simbolik “September Hitam” bersama Aliansi BEM Madiun.
Aksi simbolik ini bukan sekadar seremonial biasa, tapi bentuk kesadaran kita sebagai mahasiswa terhadap sejarah kelam bangsa yang sampai hari ini masih menyisakan luka.
“Dari tragedi 1965, Tanjung Priok, Talangsari, Trisakti, Semanggi, sampai isu Papua, semuanya belum benar-benar tuntas diselesaikan” ujar mahasiswa Prodi Ilmu Aktuaria tersebut.
Menurut Maikel, mahasiswa tidak boleh diam saja terhadap persoalan kelam bangsa dan negara yang belum selesai dituntaskan.
Mahasiswa, lanjutnya, mempunyai tanggung jawab moral untuk terus menyuarakan isu-isu kemanusiaan, hak asasi, dan keadilan.
Aksi simbolik “September Hitam” ini menjadi pengingat sekaligus titik tekan bagi kita semua, bahwa kasus pelanggaran HAM berat harus segera dituntaskan. Institusi negara harus direformasi, dan praktik korupsi serta politik transaksional harus diberantas.
“Kami juga ingin mengajak untuk jangan pernah melupakan sejarah, jangan tunduk pada represi, dan terus memperjuangkan keadilan” terang Maikel.
Sejumlah pernyataan sikap juga tersampaikan oleh Aliansi BEM Madiun dalam kesempatan aksi tersebut. Antara lain:
- Menuntut penyelesaian seluruh kasus pelanggaran HAM berat dan mengadili para pelaku
- Mendesak reformasi polri, hentikan kekerasan pada rakyat
- Menuntut reformasi DPR, bersihkan dari korupsi dan politik transaksional
- Menjamin hak- hak rakyat kecil: buruh,ojol,petani, dan seluruh lapisan masyarakat.
- Menolak segala bentuk imputasi dan represi negara, serta memperkuat demokrasi dan pelindung HAM
- Kami mengajak seluruh rakyat untuk melawan lupa, melawan represi, dan memperkuangkan keadilan.





0 Tanggapan
Empty Comments