Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Madiun bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) melaksanakan donor darah di halaman kampus I UMMAD, Selasa (31/3).
Cukup banyak civitas akademika UMMAD yang iku serta menjadi pendonor dalam kegiatan donor darah PMI Madiun di kampus UMMAD kali ini.
Menariknya, PMI menggunakan unit bus khusus untuk tempat donor darah bagi civitas akademika UMMAD yang menjadi pendonor.
Dalam kegiatan donor darah di kampus UMMAD ini, ada 4 petugas PMI Kota Madiun yang terlibat mulai dari petugas layanan awal donor hingga petugas pengambil darah peserta donor darah.
Kepala Bagian pengelolaan Darah Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Madiun
unit donor darah, Anifa Swistireni menerangkan penggunaan bus donor darah dilakukan saat kegiatan donor darah rutin tiap 2 bulan sekali yang dilakukan di wilayah Kota Madiun.
Menurut Anifa, tujuan pelaksanaan donor darah di kampus UMMAD ini adalah
untuk memenuhi ketersediaan unit darah di PMI Kota Madiun yang mengalami kenaikan permintaan dalam beberapa bulan terakhir.
“Permintaan darah makin naik bahkan dari luar Kota Madiun seperti dari Magetan. Untuk itu kami melaksanakan donor darah ke instansi maupun kampus,” terang Anifa.
Diungkapkan Anifa, sejak nataru hingga Ramadan, terjadi penurunan pendonor lebih dari 30 persen.
“Dari biasanya 1100 pendonor, bulan puasa 600 pendonor. Penurunannya mencapai 30-50 persen. Golongan darah yang banyak diminta itu golongan O dan B,” ujar Anifa.
Anifa mengaku senang dengan respon civitas akademika UMMAD yang menjadi pendonor.
“Responnya baik. Peminat dan pendonornya ada yang dari dosen dan mahasiswa juga.Antusias,” ujar Anifa.
Sementara itu, salah satu pendonor, Muhammad Rifaat Adiakarti Farid mengatakan ia memang sengaja ikut serta jadi pendonor.
Saya baru sekali ini ikut donor di Madiun. Kalau di Jogja sudah beberapa kali. Donor darah bukan hanya tentang memberi tapi juga berbagi kehidupan,” ujar dosen Prodi Kesejahteraan Sosial UMMAD tersebut. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments