Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Beristiqomahlah di Jalan yang Benar

Iklan Landscape Smamda
Beristiqomahlah di Jalan yang Benar
Arie Musayyaf Al Afghany, M.Pd., memberikan kajian tentang istiqomah. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Masjid At-Taqwa Giri Muhammadiyah Cabang Kebomas Gresik menggelar kajian menjelang buka puasa pada Kamis (26/2/2026) dengan menghadirkan Arie Musayyaf Al Afghany, M.Pd., sebagai penceramah. Pada kesempatan ini, Ustaz Arie menyampaikan tema tentang pentingnya istiqomah bagi setiap muslim.

Dalam pembukaannya, beliau membawakan hadis riwayat Muslim, Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah tentang nasihat Rasulullah SAW kepada Sufyan bin Abdullâh ats-Tsaqafi. Ketika sahabat tersebut meminta satu nasihat singkat yang mencakup seluruh ajaran Islam, Rasulullah menjawab, “Katakanlah, aku beriman, lalu istiqomahlah.”

Ustaz Arie menjelaskan bahwa istiqomah berarti meniti jalan yang lurus sebagaimana diperintahkan Allah, tanpa condong ke kanan atau ke kiri. Istiqomah mencakup pelaksanaan seluruh ketaatan lahir maupun batin, serta meninggalkan segala larangan. Karena itu, ajaran ini pada hakikatnya merangkum seluruh prinsip agama.

Ia menegaskan bahwa ukuran istiqomah adalah tetap teguh pada agama yang lurus, tanpa melampaui batas maupun mengikuti hawa nafsu, meskipun manusia kadang menganggapnya berlebihan atau kurang. Ustaz Arie kemudian membacakan firman Allah dalam Surah Hud ayat 112 yang memerintahkan hamba-Nya untuk tetap berada di jalan yang benar tanpa melampaui batas.

Berkelanjutan

Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) ini mengingatkan bahwa amalan baik selama Ramadan semestinya berlanjut di bulan Syawal dan seterusnya. Tilawah Al-Qur’an, salat malam, dan sedekah hendaknya tidak berhenti ketika Ramadan usai.

Untuk menjaga istiqomah, Ustaz Arie menyampaikan beberapa cara. Pertama, membiasakan diri berada dalam aktivitas ibadah agar jiwa selalu terikat dengan kebaikan. Kedua, memperbanyak menghadiri majelis ilmu. Ia menggambarkan majelis ilmu layaknya charger yang mengisi daya spiritual seorang mukmin.

Ketiga, membiasakan lisan dengan zikir dan membaca Al-Qur’an. Ia mencontohkan bahwa dengan membaca dua lembar setelah setiap salat, seseorang dapat mengkhatamkan Al-Qur’an dalam sebulan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ustaz Arie juga menyampaikan peringatan keras bagi mereka yang tidak mendapatkan ampunan di bulan Ramadan, sebagaimana termaktub dalam hadis tentang doa Jibril yang diaminkan oleh Rasulullah SAW.

Dalam hadis tersebut, celaka bagi orang yang memasuki Ramadan namun tidak diampuni dosanya; orang yang memiliki orang tua namun tidak menyebabkan dirinya masuk surga; serta orang yang enggan bershalawat ketika nama Nabi disebutkan.

Dalam penutup kajiannya, Ustaz Arie mengingatkan bahwa hati manusia mudah berbolak-balik sehingga membutuhkan doa agar tetap istiqomah. Ia membacakan doa yang kerap dipanjatkan Rasulullah SAW:

“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik.” (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).

Kajian sore itu ditutup dengan doa bersama agar jamaah senantiasa istiqomah dalam menjalani kehidupan beragama. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu