Upaya membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan berkarakter dilakukan SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage melalui kegiatan sosialisasi bahaya narkoba bagi seluruh siswa, Rabu (4/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diajak memahami risiko penggunaan gawai secara berlebihan di era digital.
Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan Kepala SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage, Nur Suciati, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya edukasi sejak dini sebagai langkah pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba.
“Ustadzah ingin kalian tumbuh menjadi generasi yang tangguh. Melalui sosialisasi ini ustadzah berharap kalian paham kenapa narkoba itu perlu dijauhi. Semoga kalian bisa menjadi pelopor kebaikan yang berani menolak ajakan negatif,” ujar Nur Suciati.
Hadir sebagai narasumber utama, Yusuf Rizal, S.H., staf Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo. Dalam pemaparannya, Rizal menjelaskan pengertian narkoba yang meliputi narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa.
Rizal juga memaparkan beberapa jenis narkoba yang sering ditemukan di masyarakat, seperti ganja, sabu-sabu, dan obat-obatan terlarang lainnya. Ia menjelaskan dampak narkoba tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga pada sistem saraf dan kehidupan sosial penggunanya.
Untuk memperkuat pemahaman siswa, Rizal menayangkan video dokumenter yang menggambarkan kondisi individu yang mengalami ketergantungan narkoba. Tayangan tersebut menunjukkan perubahan fisik dan mental akibat penyalahgunaan narkoba.
Dalam sesi yang sama, Rizal juga mengaitkan fenomena kecanduan narkoba dengan kecanduan gawai. Ia menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap gawai dapat memengaruhi perilaku, emosi, serta konsentrasi siswa dalam aktivitas sehari-hari.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Rizal mengajak siswa menjawab sejumlah pertanyaan terkait perilaku sehari-hari untuk melatih kemampuan mereka membedakan tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
“Kalau ada teman mengajak merokok atau mencoba obat aneh biar dibilang gaul, itu boleh atau tidak?” tanya Rizal. “Tidak boleh!” jawab siswa serentak. Rizal kemudian melanjutkan pertanyaan, “Kalau bermain HP sampai lupa waktu sholat dan makan, boleh atau tidak?” “Tidak!” jawab para siswa.
Menurut Rizal, pembiasaan berpikir kritis perlu ditanamkan agar siswa mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalian harus bisa memfilter diri sendiri. Tanyakan pada diri kalian sebelum bertindak: Apakah ini merugikan masa depan saya? Apakah ini melanggar norma?” ujarnya.
Salah satu peserta, Aira, siswi kelas V Jordan, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga kesehatan.
“Saya sangat senang karena dapat menambah pengetahuan saya tentang kesehatan. Saya akan mengurangi penggunaan gadget dan tidak akan menggunakan obat-obatan terlarang agar cita-cita saya menjadi pengusaha tercapai,” tutur Aira.
Pada sesi akhir, siswa diajak menuliskan ikrar pribadi sebagai bentuk komitmen menjaga kesehatan diri. Mereka diminta menuliskan kalimat afirmasi yang berisi tekad untuk hidup sehat dan cita-cita masa depan.
Kegiatan ditutup pukul 09.30 WIB dengan pesan peneguhan dari narasumber agar siswa senantiasa menjaga kesehatan tubuh dan pikiran serta bijak dalam menggunakan teknologi.





0 Tanggapan
Empty Comments