Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan. Tim HW dari Qobilah Buya AR Sutan Mansur dan Qobilah Siti Bariyah berhasil meraih Juara Umum Utama I kategori putra dan putri dalam Jambore Pandu Pengenal (Jampanal) 2026 Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 tersebut digelar di Bumi Perkemahan Hizbul Wathan Jawa Timur, Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian istimewa bagi keluarga besar Al Mizan Muhammadiyah Lamongan. Kedua tim berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam berbagai perlombaan keterampilan kepanduan, mulai dari Peraturan Baris Berbaris (PBB), semaphore, peta pita, hingga tandu.
Perolehan Juara
Dari sejumlah cabang lomba yang diikuti, tim HW MTs putra berhasil meraih Juara I PBB, Juara I semaphore, Juara I peta pita, dan Juara III tandu.
Sementara itu, tim HW MTs putri tampil gemilang dengan memborong empat gelar juara. Masing-masing Juara I PBB, Juara I tandu, Juara I peta pita, dan Juara I semaphore.
Prestasi juga diraih tim SMP Muhammadiyah 2 Al Mizan. Mereka berhasil membawa pulang Juara I PBB, Juara II tandu, Juara II peta pita, serta penghargaan Special Award dalam kategori semaphore.
Dengan perolehan tersebut, kontingen Hizbul Wathan Al Mizan berhasil mengukuhkan diri sebagai Juara Umum Utama I putra dan putri Jampanal 2026.
Hasil dari Proses Pembinaan
Pembina HW Al Mizan, Ahsanul Arham, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian para peserta. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses latihan, kedisiplinan, kekompakan, serta kesungguhan para pandu dalam mengikuti setiap tahapan pembinaan.
“Alhamdulillah, prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh peserta, pembina, dan keluarga besar Al Mizan. Anak-anak telah menunjukkan semangat luar biasa, disiplin, dan kekompakan selama mengikuti perlombaan. Kami berharap capaian ini tidak membuat mereka cepat puas, tetapi justru menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan kepanduan bukan semata-mata memperoleh piala dan penghargaan, melainkan membentuk karakter peserta didik agar memiliki jiwa mandiri, tangguh, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama.
Senada dengan itu, Ahmad Sholahuddin, selaku pembina HW Al Mizan, menuturkan bahwa prestasi tersebut tidak diraih secara instan. Ada proses panjang yang harus dilalui, mulai dari latihan rutin, penguatan keterampilan, pembiasaan disiplin, hingga membangun mental dan kepercayaan diri peserta.
“Bagi kami, kemenangan ini bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan juara, tetapi bagaimana anak-anak mampu menunjukkan karakter seorang pandu Hizbul Wathan. Mereka belajar tentang perjuangan, tanggung jawab, kerja sama, dan pantang menyerah. Itulah nilai-nilai yang jauh lebih penting untuk bekal kehidupan mereka,” jelasnya.
Ia berharap prestasi Jampanal 2026 dapat menjadi inspirasi bagi seluruh santri dan peserta didik Al Mizan untuk terus mengembangkan potensi diri melalui kegiatan kepanduan.
Keberhasilan kontingen Al Mizan dalam Jampanal 2026 tidak terlepas dari pendampingan para pembina, yakni Ahsanul Arham, Ahmad Sholahuddin, Yusuf Reza Alfarizi, Fachri Ramadani, Meliza, dan Melia Widati. Kehadiran para pembina menjadi bagian penting dalam mendampingi peserta, baik selama persiapan, pelaksanaan perlombaan, maupun pembentukan karakter kepanduan.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa kegiatan Hizbul Wathan di lingkungan Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan terus berkembang sebagai wadah pembinaan generasi muda. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments