MPKU PDM Lamongan periode 2010–2015 pernah menggagas penyamaan brand image untuk seluruh AUMKES di Kabupaten Lamongan, baik dari sisi performa maupun pelayanan.
Bersama Majelis Pendidikan Kader (kini MPKSDI), dilakukan kunjungan berkeliling dari satu AUMKES ke AUMKES lainnya melalui kegiatan Upgrading. Program ini merujuk pada buku Sistematisasi Dakwah Rumah Sakit Muhammadiyah–‘Aisyiyah terbitan Majelis Tabligh dan MPKU PP Muhammadiyah.
Ada tiga fokus utama brand image yang saat itu disepakati:
Satu, Aqidah/Tauhid
Mengacu pada misi Muhammadiyah dalam menegakkan tauhid yang murni berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Seluruh SDI AUMKES diberikan penguatan pemahaman tauhid secara mendalam. Setiap aktivitas di AUMKES diarahkan untuk bernilai ibadah, dilakukan lillahi ta’ala. Memberi layanan dengan senyum, empati, dan ketulusan bukan sekadar menjalankan SOP, tetapi sebagai wujud penghambaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Dua, Akhlaq
Merujuk pada visi Muhammadiyah: terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Untuk mencapainya, dibutuhkan pribadi muslim yang sebenar-benarnya pula. Saat itu Majelis Tabligh dan MPKU PP menggagas The Nine Golden Habits, sembilan kebiasaan emas yang diharapkan melekat pada seluruh SDI AUMKES, seperti:
Shalat fardhu tepat waktu dan berjamaah, Membaca Al-Qur’an setiap hari, Membiasakan puasa sunnah, Menunaikan ZIS, Aktif di majelis pengajian, Berorganisasi di lingkungan tempat tinggal, Berpikir positif
Kebiasaan ini menjadi pondasi etika dalam berinteraksi dan memberikan pelayanan di AUMKES.
Tiga, Fisik
Fasilitas fisik AUMKES diharapkan memiliki ciri dan nilai islami, baik bangunan maupun interiornya. Ruangan dihiasi kaligrafi Al-Qur’an dan hadits bertema kesehatan. Setiap AUMKES harus memiliki masjid atau mushalla yang representatif, bersih, wangi, indah, dan nyaman, dengan model yang seragam.
SIRSMA MPKU PP Muhammadiyah
Pada 2016, MPKU PP Muhammadiyah melalui Kelompok Kerja Rumah Sakit Islami yang Unggul menyusun draft Standar Islami Rumah Sakit Muhammadiyah–‘Aisyiyah (SIRSMA). Kemudian, pada 2019, SIRSMA resmi diluncurkan sebagai standar untuk menjamin pelaksanaan dakwah di AUMKES.
Tujuan akhirnya adalah membentuk budaya organisasi yang islami, unggul, dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter kemuhammadiyahan yang berakar pada teologi Al-Ma’un.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam pengantarnya menegaskan pentingnya SIRSMA:
“Dengan jumlah AUMKES yang banyak dan tersebar luas, Muhammadiyah perlu memiliki Standar Islami Rumah Sakit Muhammadiyah–‘Aisyiyah.”
SIRSMA mencakup standar: Manajemen organisasi (kepemimpinan, kaderisasi, kontrak kerja, pengadaan barang, keuangan, pemasaran), Manajemen SDI, Manajemen bangunan dan fisik, dan Manajemen pelayanan
AUMKES Lamongan, khususnya RS Muhammadiyah Lamongan (RSML), menjadi kelompok pertama yang mengikuti sertifikasi SIRSMA dan dinyatakan lulus sebagai Rumah Sakit Muhammadiyah Islami yang Unggul dengan nilai tertinggi. MPKU PDM Lamongan memandang SIRSMA sebagai bagian penting dari upaya penyeragaman tata kelola, manajemen, performa, dan layanan yang unggul dan islami.
Holding Management AUMKES Jawa Timur
Pada Mei 2025, PWM Jawa Timur menerbitkan Tanfidz Pedoman Penyelenggaraan Holding Management pada AUMKES Muhammadiyah–‘Aisyiyah melalui SK Nomor 162/KEP/II.0/H/2025.
Holding Management adalah manajemen induk dalam satu grup AUMKES yang memiliki kewenangan mengelola, mengendalikan, dan mengawasi manajemen amal usaha lain sebagai subsidiary management.
Subsidiary management adalah unit manajemen yang menjalankan operasional harian dengan pengawasan melekat dari manajemen induk.
Tujuan holding management adalah: Mengintegrasikan tata kelola AUMKES, Meningkatkan profesionalisme, dan Menguatkan mutu, pertumbuhan, pengembangan, dan pelayanan
Ruang lingkupnya meliputi: Operasional, pemasaran, keuangan, SDI & AIK, sistem informasi, dan teknologi.
Holding bertugas mengoordinasikan subsidiary, sedangkan subsidiary mengelola operasional harian dengan tetap berada di bawah kendali holding.
AUMKES Lamongan: Embrio Holding, Respons SIRSMA, dan Masa Depan
Sejak periode MPKU PDM 2010–2015, embrio holding management sebenarnya sudah mulai tumbuh melalui konsep brand image bersama. Ketika SIRSMA muncul, RSML pun segera merespons dengan cepat dan menjadi pelopor peserta sertifikasi.
Dengan terbitnya pedoman resmi Holding Management AUMKES Jawa Timur, MPKU PDM Lamongan segera bergerak, mengadakan rapat secara maraton untuk mematangkan implementasinya.
Akhirnya, MPKU PDM Lamongan bersepakat bahwa Holding Management AUMKES Lamongan Group adalah kebutuhan dan keniscayaan. Dengan lima rumah sakit dan lebih dari sepuluh klinik/ FKTP, AUMKES Lamongan diharapkan tumbuh bersama, saling menguatkan (ta’awun), dan semakin optimal dalam syiar dakwah kesehatan melalui Persyarikatan Muhammadiyah.
Wallahu a’lam bish-shawab. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments