Search
Menu
Mode Gelap

Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani: Pemimpin Perempuan Harus Berani dan Melayani

Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani: Pemimpin Perempuan Harus Berani dan Melayani
Bupati Kebumen saat menjadi pemateri kajian dalam CRM Award VI khusus Aisyiyah. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana sore di Masjid Al Furqan Banjarmasin terasa berbeda pada Kamis (13/11/2025).

Ratusan warga ‘Aisyiyah memenuhi aula utama masjid untuk menghadiri kajian istimewa yang digelar oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalimantan Selatan. Kali ini, yang menjadi pembicara bukan sembarang tokoh, ia adalah Bupati Kebumen, Hj. Lilis Nuryani, sosok pemimpin perempuan yang juga kader aktif ‘Aisyiyah.

Dengan gaya tutur yang hangat dan tegas, Lilis berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan kepemimpinannya. Ia bercerita bahwa jalan menuju kursi bupati tidak selalu mudah. Saat pertama kali mencalonkan diri, banyak pihak yang meragukannya hanya karena ia seorang perempuan dan bukan asli Kebumen.

“Namun saya percaya dengan dukungan masyarakat,” ujar Lilis disambut tepuk tangan hadirin.

Lilis menegaskan, menjadi bupati bukan hanya soal memimpin, melainkan juga tentang memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat.

“Bupati itu pelayan masyarakat. Apapun keluhan masyarakat, saya harus mengikutinya,” tegasnya.

Perempuan yang juga menjabat Bendahara Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gombong ini datang ke Banjarmasin untuk memberikan dukungan moral kepada PCM Gombong, yang menjadi finalis kategori Best of The Best dalam ajang CRM Award VI LPCRPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Namun, kehadirannya bukan sekadar mendampingi. Dalam forum ‘Aisyiyah itu, ia menyampaikan pesan penting tentang keberanian perempuan untuk memimpin, mengabdi, dan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Ketua PWA Kalimantan Selatan, Dr. Hj. Yulia Qamariyanti, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan motivasi yang diberikan oleh Bupati Lilis.

 “Semoga motivasi beliau menjadi pemimpin perempuan, serta langkah-langkah beliau dalam membuat kebijakan, senantiasa diberi kelancaran dan keberkahan,” ungkapnya.

Suasana kajian sore itu tidak hanya diwarnai dengan nasihat dan refleksi, tetapi juga semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas gerakan ‘Aisyiyah. Para peserta terlihat antusias, mencatat, dan sesekali mengangguk mendengar pengalaman Lilis yang penuh inspirasi.

Melalui kisahnya, Bupati Lilis Nuryani membuktikan bahwa perempuan bukan hanya bisa memimpin, tetapi juga mampu mengabdi dengan hati, berani mengambil keputusan, dan tetap rendah hati di hadapan masyarakat. (*)

Foto bersama setelah kajian. (Istimewa/PWMU.CO)
Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments