Narasumber Binroh Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) menyampaikan materi perawatan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam pada pelatihan PCA Pangkatrejo, Ahad (8/2/2026).
- Pendampingan Saat Sakaratul Maut
Ketika seseorang sedang menghadapi sakaratul maut, tindakan utama yang harus dilakukan adalah:
- Talqin: Menuntun jenazah untuk mengucapkan kalimat tauhid “Laa ilaha illallah” (HR. Muslim).
- Tindakan Segera Setelah Meninggal Dunia
Setelah dipastikan meninggal dunia, keluarga atau kerabat hendaknya melakukan langkah-langkah berikut:
- Berdoa: Memohonkan ampunan bagi almarhum/almarhumah.
- Tindakan Fisik: Pejamkan mata, katupkan mulut, sedekapkan tangan di dada, dan luruskan kedua kaki.
- Menutup Jasad: Menutup seluruh tubuh jenazah dengan kain.
- Mengabari: Memberitahu keluarga, kerabat, dan teman-temannya.
- Melunasi Hutang: Segera menyelesaikan urusan hutang piutang jenazah karena ruh seorang mukmin tergantung pada hutangnya sampai terlunasi.
- Menyegerakan Pengurusan: Mempercepat proses pemulasaran dan pemakaman sesuai sunnah (HR. Bukhari).
- Proses Memandikan Jenazah
Kriteria Orang yang Berhak Memandikan:
- Muslim, berakal, dan amanah.
- Utamakan keluarga dekat jenazah.
- Berjenis kelamin sama, kecuali pasangan suami-istri atau terhadap anak kecil (bayi).
Persiapan dan Prosedur:
- Keamanan & Kesehatan (APD): Petugas wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar seperti masker, sarung tangan karet, celemek plastik, kacamata gogle, dan sepatu boot.
- Persiapan Jenazah: Lepaskan pakaian jenazah dengan tetap menjaga auratnya tetap tertutup kain.
- Tata Cara Memandikan:
- Membersihkan Kotoran: Tekan perut secara perlahan untuk mengeluarkan kotoran dan bersihkan dengan air.
- Mewudhukan: Memulai dengan membasuh anggota wudhu dan anggota tubuh sebelah kanan.
- Siraman Ganjil: Menyiram jenazah dengan bilangan ganjil (3, 5, atau lebih):
- Siraman 1: Menggunakan air biasa dari ujung rambut hingga kaki.
- Siraman 2: Menggunakan air sabun sambil digosok merata.
- Siraman 3 & 4: Menggunakan air bersih untuk membilas sisa sabun.
- Siraman 5: Menggunakan air kapur barus.
- Tahap Akhir: Keringkan jenazah dengan handuk. Untuk jenazah perempuan, rambut dikepang menjadi tiga bagian.
- Proses Mengkafani Jenazah
Ketentuan Kain Kafan:
- Gunakan kain putih bersih, sebaiknya dari bahan kapas/katun.
- Berikan wangi-wangian pada kain kafan, kecuali bagi jenazah yang sedang dalam keadaan ihram.
- Larangan: Jangan berlebih-lebihan atau menggunakan kain yang terlalu mahal karena kain tersebut akan segera hancur.
Cara Mengkafani:
- Jumlah Lapis:
- Laki-laki: Terdiri dari 3 lapis kain putih bersih.
- Perempuan: Terdiri dari 5 bagian, yaitu: 2 lapis kain kafan, basahan (kain bawah), baju kurung, dan kerudung.
- Langkah-langkah:
- Siapkan tempat dan letakkan tali pengikat dengan jumlah ganjil (3, 5, atau 7 tali).
- Hamparkan kain kafan di atas tali tersebut.
- Letakkan jenazah di atas hamparan kain.
- Lipat kain kafan mulai dari sisi kanan jenazah ke sisi kiri, lalu sisi kiri ke kanan.
- Ikat tali kafan, di mana simpul tali diletakkan di sebelah kiri jenazah.
- Tutup bagian luar dengan kain jarik.

Terahir, Praktik Memandikan dan Mengkafani Jenazah yang disampaikan oleh Ustadzah Hikmah Suryani Azima, Binroh RSML.
Praktik Memandikan Jenazah (Sehat & Islami)
Proses memandikan harus memenuhi standar syar’i dan kesehatan:
- Persiapan Petugas: Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seperti masker, kacamata goggle, celemek, sarung tangan karet, dan sepatu boot.
- Persiapan Peralatan: Siapkan air bersih, air sabun, air kapur barus, sampo, handuk, kapas, dan minyak wangi.
- Langkah-langkah Praktik:
- Pembersihan: Keluarkan kotoran dari perut dengan menekan perlahan, lalu bersihkan dengan air.
- Wudhu: Mewudhukan jenazah dan memulai siraman dari anggota tubuh sebelah kanan.
- Siraman Ganjil (Minimal 5 kali):
- Siraman 1: Air biasa dari ujung rambut hingga kaki.
- Siraman 2: Air sabun sambil digosok merata, termasuk bagian punggung.
- Siraman 3 & 4: Air biasa untuk membilas sisa sabun.
- Siraman 5: Air kapur barus sebagai tahap akhir.
- Tahap Akhir: Keringkan jenazah dengan handuk. Untuk jenazah perempuan, rambut dikepang menjadi tiga.
- Praktik Mengkafani Jenazah
Sesuai panduan warga Muhammadiyah, proses ini harus dilakukan dengan tertib:
- Ketentuan Kain: Menggunakan kain putih (kapas/katun) dan diberi wangi-wangian (kecuali jenazah sedang ihram). Jangan berlebihan atau menggunakan kain yang terlalu mahal.
- Jumlah Lapis:
- Perempuan: 5 bagian (2 lapis kain kafan, basahan, baju kurung, dan kerudung).
- Prosedur Kerja:
- Siapkan tali pengikat dalam jumlah ganjil (5 tali) dan hamparkan kain kafan di atasnya.
- Letakkan jenazah di atas kain tersebut.
- Lipat kain kafan mulai dari sisi kanan jenazah ke arah kiri, kemudian sisi sebaliknya.
- Ikat tali kafan dengan simpul yang diletakkan di sebelah kiri jenazah.
- Setelah selesai, tutup bagian luar dengan kain jarik.1
Dalam praktiknya, disarankan hanya dilakukan oleh dua orang petugas agar proses lebih tertib, syar’i, dan terjaga dari pandangan orang banyak.





Kain Kafan
Artikel yang bagus dan informatif, informasinya tertera secara lengkap, jelas dan tersetruktru.