Lantunan adzan dari puluhan peserta Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) menggema di kawasan Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kamis (11/6/2026). Sebanyak 38 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti lomba adzan yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (PW IGABA) Jawa Timur dalam rangka Festival Aisyiyah Bustanul Athfal (FABA) 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian FABA 2026 yang bertujuan memberikan ruang bagi anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengenalkan nilai-nilai keislaman melalui kegiatan edukatif.
Lomba adzan dilaksanakan di area depan kandang gajah KBS. Dewan juri yang bertugas adalah Misbahul Munir, S.Pd.I., dan Furkan Abidin, utusan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Keduanya melakukan penilaian berdasarkan aspek makhraj, tajwid, irama, dan penghayatan peserta saat mengumandangkan adzan.
Penanggung jawab lomba adzan, Ani Mufthiroh, M.Pd.I., mengatakan seluruh peserta telah mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan tersebut.
“Alhamdulillah 38 peserta lomba adzan telah bersiap dengan kostum khas yang bernuansa islami hari ini,” ujarnya.
Sejak pagi, suasana KBS tampak berbeda dengan kehadiran peserta, guru pendamping, dan orang tua yang memberikan dukungan kepada anak-anak. Perlombaan dimulai pukul 09.00 WIB. Satu per satu peserta tampil di atas panggung dengan suara lantang dan penuh percaya diri.
Ketua Panitia FABA 2026, Rini, S.Pd., menjelaskan bahwa lomba adzan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter bagi anak usia dini.
Menurut perempuan yang juga menjabat Ketua Pimpinan Daerah IGABA Kota Surabaya tersebut, kegiatan ini membantu peserta mengenal syiar Islam sejak dini sekaligus melatih keberanian tampil di depan umum, kedisiplinan, dan rasa percaya diri.
Ketua PW IGABA Jawa Timur, Eulis Su’adah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa penyelenggaraan lomba adzan merupakan bagian dari upaya organisasi dalam membentuk generasi Islami yang cerdas dan berkarakter. Menurutnya, peringatan Hari Anak Nasional melalui FABA menjadi momentum untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam mengekspresikan potensi yang dimiliki melalui kegiatan yang edukatif dan bernilai positif.
“Melalui lomba adzan ini, kami ingin menanamkan kecintaan anak-anak terhadap nilai-nilai keislaman sekaligus melatih mental mereka untuk tampil di hadapan banyak orang. Alhamdulillah, seluruh peserta menunjukkan kemampuan yang luar biasa,” ujarnya.
Salah satu peserta, Masiun Alwi Husain Wahyudi dari TK ABA 3 Kota Madiun, tampil dengan percaya diri saat mengumandangkan adzan. Ia didampingi guru pendampingnya, Wilujeng, S.Pd.
Wilujeng menjelaskan bahwa persiapan lomba dilakukan melalui latihan intensif selama satu pekan. Selain mengikuti perlombaan, peserta juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal lingkungan KBS.
“Meskipun tadi berangkat jam 5 tapi anak-anak tetap semangat mengikuti lomba karena setelah tampil bisa jalan-jalan di kawasan KBS. Jadi anak-anak tidak bosan sembari menunggu pengumuman nanti,” tuturnya.
Selama perlombaan berlangsung, peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kehadiran guru pendamping dan orang tua turut menambah semangat peserta dalam mengikuti setiap tahapan lomba.
Melalui kegiatan ini, PW IGABA Jawa Timur berharap pembinaan karakter religius dan pengembangan potensi anak usia dini dapat terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang edukatif serta sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments