Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menilik Pembuatan Sabun Organik Ramah Lingkungan di Desa Siliragung

Iklan Landscape Smamda
Menilik Pembuatan Sabun Organik Ramah Lingkungan di Desa Siliragung
Pelatihan pembuatan sabun organik Pemerintah Desa Siliragung bersama SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah di Balai Desa Siliragung, Kamis (13/8/2026). (Maydini Eka Rizki/PWMU.CO).
pwmu.co -

Pemerintah Desa Siliragung menyelenggarakan pelatihan pembuatan sabun organik di Balai Desa Siliragung, Kamis (13/8/2026).

Sekitar 30 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari ibu-ibu PKK dan TP PKK Desa Siliragung, Fatayat, Muslimat, kader Posyandu, Migran Agung, Aisyiyah, serta masyarakat lainnya.

Pelatihan ini menghadirkan Zahrotul Janah, inisiator gerakan Merdeka Sampah, yang juga merupakan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur Bidang Lingkungan serta Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah.

Dalam kegiatan tersebut, Zahrotul Janah berbagi pengetahuan dan praktik mengenai pembuatan sabun organik sebagai salah satu alternatif produk rumah tangga yang lebih ramah lingkungan sekaligus memiliki potensi ekonomi.

Tentang Produk Ramah Lingkungan

Menurut Zahrotul Janah, pengembangan produk ramah lingkungan perlu dilihat bukan hanya dari sisi pengurangan sampah. Tetapi juga sebagai bagian dari perubahan perilaku masyarakat dan pengembangan ecolivelihood.

“Sabun organik ini bukan hanya tentang membuat produk. Kita sedang belajar bagaimana aktivitas sehari-hari kita bisa lebih ramah terhadap bumi” terangnya.

“Aktivitas mandi dan penggunaan produk pembersih juga menghasilkan limbah yang pada akhirnya kembali ke lingkungan. Karena itu, kita perlu mulai melihat alternatif produk yang lebih ramah lingkungan” ujar Zahrotul Janah.

Ia menilai Desa Siliragung memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Sabun organik menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan oleh masyarakat, terutama perempuan, karena kebutuhan terhadap produk yang ramah lingkungan semakin tumbuh.

“Potensi sabun organik ini terbuka lebar. Kalau kita lihat di toko online, peminat sabun organik cukup tinggi dan harganya juga lumayan. Artinya, masyarakat sudah mulai aware terhadap produk yang ramah lingkungan. Bukan hanya soal harga, tetapi juga soal kebermanfaatan” jelasnya.

Menurutnya, keterampilan membuat produk ramah lingkungan dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan ecolivelihood.

Yaitu penghidupan yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Eco Bhinneka Muhammadiyah. Khususnya melalui program SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism) yang mendorong penguatan literasi ekologis, kewirausahaan sosial-ekologis, serta keterlibatan masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Praktik Nyata Eco-sociopreneurship

Sebagai Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah, Zahrotul Janah melihat bahwa pengembangan produk ramah lingkungan di tingkat desa dapat menjadi bagian dari praktik nyata eco-sociopreneurship.

SMPM 5 Pucang SBY

Masyarakat tidak hanya diajak memahami persoalan lingkungan, tetapi juga didorong untuk menciptakan solusi yang memiliki manfaat sosial dan ekonomi.

“Lingkungan dan ekonomi tidak harus dipertentangkan. Justru kita perlu mencari model usaha yang bisa memberikan penghasilan sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan. Sabun organik adalah salah satu contoh kecil bagaimana keterampilan masyarakat bisa diarahkan ke sana” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Siliragung, Muhammad Iqbal, saat membuka kegiatan menyampaikan harapannya agar pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari.

“Harapannya, ibu-ibu bisa melanjutkan hasil pelatihan ini menjadi produk yang memiliki nilai jual. Jadi tidak hanya berhenti pada pelatihan di Balai Desa saja, tetapi bisa dikembangkan secara berkelanjutan” ungkap Iqbal.

Praktik Langsung Buat Sabun

Selama kegiatan, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai konsep sabun organik, tetapi juga mengikuti praktik pembuatan secara langsung.

Antusiasme peserta menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat untuk mengembangkan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha.

Bagi gerakan Merdeka Sampah, upaya menjaga lingkungan tidak berhenti pada kegiatan memilah dan mengurangi sampah.

Perubahan juga dapat dimulai dari pilihan produk yang digunakan sehari-hari, termasuk mendorong penggunaan produk yang lebih ramah lingkungan.

Pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah Desa Siliragung ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan lingkungan, pemberdayaan perempuan, dan peluang ekonomi masyarakat.

Dari Balai Desa Siliragung, sebuah keterampilan sederhana diharapkan dapat tumbuh menjadi produk lokal, sumber penghidupan, sekaligus langkah nyata untuk mengurangi beban bumi.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 15/08/2026 01:57
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu