Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Healthnum-Islami Dorong Siswa Muhammadiyah Melek Data Kesehatan dan Cakap Numerasi

Iklan Landscape Smamda
Healthnum-Islami Dorong Siswa Muhammadiyah Melek Data Kesehatan dan Cakap Numerasi
Mahasiswa Umsura mlaksanakan Program pengabdian masyarakat di SMA Muhammadiyah 7 Surabaya, Jumat (4/9/2026). Foto: Istimewa
pwmu.co -

Angka pada hasil pemeriksaan kesehatan bukan sekadar deretan angka. Di balik tekanan darah, gula darah, hingga berbagai parameter laboratorium, terdapat informasi penting yang perlu dipahami agar seseorang mampu mengambil keputusan yang lebih tepat untuk menjaga kesehatan.

Kesadaran tersebut dibangun melalui program pengabdian kepada masyarakat Healthnum-Islami: Penguatan Numerasi dan Kesehatan Hidup Siswa Berkemajuan melalui Eksplorasi Data Kesehatan dan Laboratorium di SMA Muhammadiyah 7 Surabaya, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan dibuka Kepala SMA Muhammadiyah 7 Surabaya, Rufiah, S.Pd. Ia menyambut baik program yang menggabungkan literasi numerasi dengan pendidikan kesehatan tersebut.

“Kami menyambut baik kegiatan Healthnum-Islami karena siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan, tetapi juga belajar memahami data kesehatan. Ini menjadi pembelajaran yang dekat dengan kehidupan mereka,” ujar Rufiah.

Menurutnya, kemampuan memahami data kesehatan penting dimiliki siswa. Terlebih, mereka kini hidup di tengah derasnya informasi kesehatan yang mudah ditemukan melalui berbagai platform digital.

“Anak-anak perlu dibiasakan untuk tidak sekadar menerima informasi, tetapi juga memahami angka dan data yang ada di balik informasi tersebut. Dengan begitu, mereka bisa lebih kritis dan bijak dalam menyikapi informasi tentang kesehatan,” tambahnya.

Melalui Healthnum-Islami, siswa dikenalkan pada berbagai data kesehatan, seperti tekanan darah, gula darah, dan parameter laboratorium.

Data tersebut kemudian menjadi bahan pembelajaran untuk melatih kemampuan membaca informasi, memahami perbandingan angka, mengolah data, hingga menarik kesimpulan sederhana.

Program ini mengusung tagline: “Kenali Angkanya, Pahami Maknanya, Jaga Sehatnya, Wujudkan Insan Berkemajuan.”

“Pendekatan tersebut membuat pembelajaran numerasi tidak berhenti pada angka dan rumus. ?Siswa diajak melihat bagaimana kemampuan numerasi dapat digunakan untuk memahami persoalan nyata, termasuk kesehatan diri sendiri,” terang Rufiah.

Kolaborasi Tiga Bidang Keilmuan

Healthnum-Islami merupakan kolaborasi lintas keilmuan dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains (FPKS), serta Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).

Tim pelaksana terdiri atas Siti Mardiyah, Endang Suprapti, Enik Sriharti, dan Rahma Widiyastuti.

SMPM 5 Pucang SBY

Kolaborasi tiga bidang keilmuan tersebut menjadi kekuatan utama program. Fakultas Ilmu Kesehatan memberikan konteks kesehatan, sedangkan Fakultas Kedokteran memperkuat perspektif ilmiah dan medis.

Sementara itu, bidang pendidikan dan sains mendukung proses pembelajaran sekaligus penguatan kemampuan numerasi siswa.

Dengan pendekatan lintas disiplin tersebut, kesehatan tidak ditempatkan sebagai pengetahuan yang berdiri sendiri. Data kesehatan justru dijadikan media belajar yang konkret dan mudah dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Siswa dapat melihat bahwa angka memiliki makna. Tekanan darah, kadar gula darah, maupun hasil pemeriksaan laboratorium bukan sekadar angka dalam lembar pemeriksaan, melainkan informasi yang perlu dipahami dengan benar.

Aktualisasi Nilai Baitul Arqom

Healthnum-Islami juga menjadi tindak lanjut dari kegiatan Baitul Arqom yang diselenggarakan LPAIK Umsura.

Nilai-nilai yang diperoleh dalam Baitul Arqom kemudian diaktualisasikan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ilmu, kesehatan, numerasi, serta nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dipadukan dalam kegiatan yang langsung menyentuh dunia pendidikan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan karakter Islami dan kecakapan akademik dapat berjalan beriringan.

Siswa tidak hanya diarahkan menjadi pribadi yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, dan mengambil kesimpulan berdasarkan data.

Melalui Healthnum-Islami, siswa Muhammadiyah diharapkan tumbuh sebagai generasi yang sehat secara fisik, cakap memahami data, kritis menghadapi informasi kesehatan, serta memiliki karakter Islami dan berkemajuan.

Program ini membawa pesan sederhana: memahami kesehatan tidak cukup hanya dengan mengetahui angkanya. Angka perlu dibaca, dipahami maknanya, dan digunakan sebagai dasar untuk menjaga kualitas hidup. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 04/09/2026 10:55
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu